Pedagang sembako rentan dengan kenaikan harga tiap kali bulan Ramadhan.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Kepala Disperindagkop Kota Jayapura, Papua, Robert Awi, mengatakan harga sembilan bahan pokok di Jayapura melambung hingga 30 persen menjelang puasa Ramadan saat ini.
“Menjelang Ramadan ini, kami dapati 10 pedagang spekulan menjual sampai 30 persen dari harga sebelumnya, dan itu sudah ditegur secara lisan,” ujar Robert, di Jayapura, Kamis (26/5/2016).
Lonjakan harga sembako itu, kata Robert lagi, diketahui setelah tim gabungan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jayapura bersama BPOM Papua melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan modern di daerah ini.

“Selain 10 pedagang itu, ada juga pedagang lain yang menaikkan harga tapi masih dalam skala yang wajar 10 hingga 15 persen, dan itu berhubungan dengan kesulitan untuk mengakses bahan pokok,” katanya pula.
Ia menegaskan, jika satu dua hari ke depan pedagang bersangkutan masih menetapkan kenaikan harga 30 persen itu, maka pemerintah kota setempat tidak segan-segan memberikan teguran tertulis sebagai peringatan kedua dan sanksi lainnya jika masih mengabaikan teguran ini.
“Distributor bahan pokok sesungguhnya tidak ada persoalan, kenaikan harga umumnya terjadi di tingkat spekulan. Ada pedagang kita yang memang nakal,” katanya lagi.
Kebiasaan pedagang spekulan yang didapati, kata Robert, mereka menyimpan barang dalam jumlah besar hingga terjadi kelangkaan lalu dijual dengan harga yang mahal.
“Tapi biasanya kami antisipasi dengan pendekatan dan teguran serta sanksi,” ujar Robert.[Ant/Kum]






