Korban kritis akibat tersapu awan panas Sinabung.[Don]
TRANSINDONESIA.CO – Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, yang tak pernah tidur sejak tiga tahun terkahir kini kembali menelan jiwa korban pada Sabtu (21/5/2016). Tujuh korban luka bakar akibat tersapu luncuran awan panas, tiga diantaranya tewas. Sedangkan empt korban lainnya kritis mengalmi luka bakar 90 persen disekujur tubuh korban.
Tiga korban tewas warga Desa Gamber yang dilarikan ke RS Kabanjahe atas nama Karman Milala, 60 tahun, Irwansyah Sembiring, 17 tahun, dan Nanin br Sitepu, 54 tahun.
Sedngkan korban luka yang kini kritis akibat luka bakar dan trauma inhalasi pernafasan debu panas di rawat di RSU Efarina juga warga Desa Gamber adalah, Brahim Sembiring, 57 tahun, Cahaya Sembiring, 75 tahun, dan Cahaya br Tarigan, 45 tahun.
![Korban Sinbaung yang mengalami luka bakar dan kritis.[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/05/Korban-Sinabung.jpg)
![Korban Sinabung mengalami luka bakar yang masih dirawat.[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/05/Korban-Sinabung-1.jpg)
![Korban Sinabung mengalami kritis.[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/05/Korban-Sinabung-2.jpg)
![Korban kritis akibat tersapu awan panas Sinabung.[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/05/Korban-Sinabung-4.jpg)
![Korban tewas tersapu awan panas Sinabung.[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/05/Korban-Sinabung-3.jpg)
“Awan panas guguran mencapai 4,5 km dimana mencapai Sungai Lao Borus ke arah Barat. Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter. Status Awas,” kata Sutopo.
Dikatakan Sutopo, ketujuh korban tersebut saat kejadian berlangsung sedng melkukan aktifitas di ladang mereka. “Harusnya daerah itu steril karena masuk zona merah yang semua warganya tidak boleh melakukan aktivitas apapun disana,” tutur Sutopo.[Don]





