Kandidat Walikota London dari Partai Pekerja, Shadiq Khan, memberikan keterangan kepada media saat berkampanye di distrik bisnis, Camary Wharf, London (4/5/2016).[AP]
TRANSINDONESIA.CO – Penghitungan suara sedang berlangsung di London di mana ibu kota Inggris itu bisa memilih walikota Muslim pertama setelah Sadiq Khan, mantan menteri berusia 45 tahun dan anak imigran Pakistan, tampaknya akan menuju kemenangan dalam apa yang dipandang Muslim Inggris sebagai titik balik.
Tidak soal menang atau kalah, Muslim Inggris melihat prestasi Khan mencapai status terdepan dalam pemilihan ini sebagai tanda menguatnya pengaruh politik mereka di Inggris.
“Ketika kami pertama datang, tidak ada masjid. Kami sembahyang di ruang bawah tanah sebuah rumah,” kata Mohammed Lalmiah, pemilik restoran yang judah pensiun, kepada VOA setelah pemungutan suara pada hari Kamis (5/5/2016).
![Kandidat Walikota London dari Partai Pekerja, Shadiq Khan, memberikan keterangan kepada media saat berkampanye di distrik bisnis, Camary Wharf, London (4/5/2016).[AP]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/05/Sadiq-Khan.jpg)
Lalmiah dan masyarakat Muslim di London berharap Khan sebagai walikota akan mempermudah izin untuk membangun lebih banyak masjid dan lumbago lainnya yang melayani populace Muslim.[Voa/Fen]





