Anak sekolah saat melintasi jalur evakuasi yang longsor merupakan jalur setiap hari untuk pergi dan pulang sekolah.[Don]
TRANSINDONESIA.CO – Jalur alternatif evakuasi korban bencana Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, sudah lima bulan mengalami longsor tidak kunjung diperbaiki.
Jalur evakuasi yang menghubungkan beberapa kecamatan dan Kabupaten Langkat itu membuat masyarakat sulit untuk mencapai kecamatan lain. Bahkan masyarakat Desa Ujung Nteran, Kecamtan Merdeka, khawatir bila terjadi letusan dahsyat Sinabung, mereka sulit untuk mengungsi melalui jalur tersebut.
Warga Desa Ujung Nteran berharap pemerintah secepatnya memperabiki jalur evakuasi yang longsor sedalam 50 meter lebih itu.
“Harusnya cepat diperbaiki, karena jalan ini merupakan jalur evakuasi yang sewaktu-waktu menjadi jalan utama bagi pengungsi,” kata salah seorang tokoh masyarakat desa, Muhammad Nasrin Surbakti, Senin (29/2/2016).[Don]
![Anak sekolah saat melintasi jalur evakuasi yang longsor merupakan jalur setiap hari untuk pergi dan pulang sekolah.[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/02/longsor-dan-anak-sekolah.jpg)







