Perkebunan jagung.[Dok]
TRANSINDONESIA.CO – DPRD Sumut meminta pemerintah menghentikan impor jagung yang telah diberlakukan sejak 28 Januari 2016. Pasalnya, impor dapat ‘mematikan’ petani lokal, karena harga jagung tingkat petani turun drastis.
“Sejak dilakukan impor jagung, harga jagung di tingkat petani turun drastis dari Rp5.000/kg menjadi Rp3.000 per kg,” ungkap Wakil Ketua dan anggota DPRD Sumut Ruben Tarigan, SE kepada wartawan, Jumat (12/2/2016), menanggapi “anjloknya” harga jagung lokal pasca keluarnya kebijakan pemerintah untuk memperbolehkan kembali impor jagung.
Menurut Ruben, seharusnya impor jagung dilakukan secara terukur dan jangan sampai membunuh petani jagung lokal. Jangan hanya untuk kepentingan tertentu dengan alasan menstabilkan harga, kemudian para petani diabaikan.
“Kita berharap justru impor distop karena Indonesia mampu memproduksi kebutuhan jagung dalam negeri,” ujarnya.
Ditambahkan Baskami, dengan masuknya jagung impor dari luar negeri ini, dipastikan petani jagung mengalami kerugian bahkan lahan pertanian jagung juga akan tergerus drastis. Karena banyak petani jagung tidak sanggup bertahan menjadi petani jagung, dengan harga jual tidak seimbang dibanding beban produksi. Akibatnya, program pemerintahan yang akan menjadikan Indonesia menjadi swasembada pangan ikut terancam.
“Sampai saat ini, berbagai masalah terus dihadapi petani, membuat lahan pertanian jagung berkurang. Pada awal tahun 2016 harga jagung sudah mencapai Rp4.500 – Rp5.000/Kg. Tapi, setelah keluarnya kebijakan memperbolehkan impor jagung pada 28 Januari lalu, harga jagung kembali anjlok dan berada dikisaran harga Rp2000-Rp3000. Harga ini sangat merugikan petani jagung,” ungkap Baskami.
Berdasarkan hasil informasi yang diperoleh dari Komunitas Petani Jagung, tambah Baskami Ginting, harga jual jagung petani selalu mendapat tekanan. Ketika musim tiba, terutama kebijakan pemerintah memperbolehkan impor jagung, harga jagung makin hari makin turun. Bahkan ada dijual petani hanya Rp2.257/Kg. Padahal harga reerensi daerah (HRD) jagung kadar air 17% ditetapkan Rp3.550/Kg.
![Perkebunan jagung.[Dok]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/02/jagung-impor.jpg)
Berkaitan dengan itu, Ruben dan Baskami Ginting meminta pemerintah untuk membuat terobosan baru melindungi petani dengan menyetop impor jagung sekaligus melakukan intervensi terhadap pasar. Tapi, intervensi itu harus melalui pendekatan ilmiah dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga harga jagung tidak dikendalikan spekulan.[Don]







