Pantai Kuta Dijaga Ketat, Polda Bali Pantau Gerakan Gafatar
TRANSINDONESIA.CO – Antispasi seranagn teroris, polisi bersenjata laras panjang lengkap dengan rompi anti peluru amankan kawasan wisata Kuta di Kabupaten Badung, Bali. Polda Bali memantau pergerakan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan Barat.
“Dengan kejadian di Thamrin, Jakarta, kami evaluasi bagaimana tingkat pengamanan di wilayah,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kuta, Komisaris Polisi Sumara di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, kemaren.
Di pantai berpasir putih itu, sejumlah anggota kepolisian melakukan patroli keamanan mengelilingi di kawasan yang padat lalu lintas itu.
Selain patroli, sejumlah polisi bersenjata laras panjang juga terlihat bersiaga di beberapa titik.
“Mereka bersiaga di beberapa tempat seperti di tempat yang ada merek asing. Selain pengamanan terbuka, juga ada pengamanan tertutup,” imbuhnya.
Pengamanan tertutup tersebut, lanjut dia, yakni dengan mengerahkan personel intelijen yang tidak berseragam polisi.
Tak hanya di kawasan pantai, petugas kepolisian juga meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan di Monumen Peringatan Bom Bali I di Jalan Legian, Kuta.
Pengamanan tersebut mendapat perhatian sejumlah turis mancanegara yang saat itu tengah melintas di Kuta.

Pantau Gafatar
Sementara, Polda Bali melakukan pemantauan terhadap gerakan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan Barat.
“Kami akan melakukan pemantauan dari aparat intelijen,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto di Kuta, ekmaren.
Menurutnya, apabila ada warga Bali dari ratusan warga Mempawah, Kalimantan Barat yang merupakan mantan anggota Gafatar, maka pihaknya meminta untuk tidak mengembangkan gerakan itu di Pulau Dewata.
“Kalau ada warga Bali saya kira akan dipulangkan ke Bali. Boleh tinggal di Bali tetapi jangan membuat dan melaksanakan ormas itu. Harus bersama masyarakat kembali beraktivitas biasa,” imbuhnya.(Ant/Oki)