
TRANSINDONESIA.CO – Peringatan hari Pahlawan, 10 Nopember 2015, seyogyanya masyarakat menumbuhkan jiwa kepahlawanan, salah satunya adalah keberanian untuk melakukan perlawanan kepada pihak-pihak yang sampai hari ini senantiasa melakukan tindakan pidana baik berupa korupsi maupun melakukan perusakan pemuda melalui penyalagunaan narkotika.
“Korupsi dan narkotika telah menjadi sebuah endemik yang menjadi perusak tatanan negara Republik Indonesiam” kata Nasrullah selaku Jendral Lapangan dalam aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang, Sulawesi Selatan.
Aksi demo dalam rangka memperingati hari Pahlawan dengan melakukan aksi didepan gedung olahraga Pinrang dan dilanjutkan di Kejaksaan Negeri Pinrang, kemaren.
Para aktivis itu menuntut pihak terkait utamanya Kejaksaan negeri Pinrang untuk segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Kbupaten Pinrang, dan menuntut agar Kepala Kejari mengundurkan diri jika tidak mampu menyelesaikan kasus korupsi yang ada di Kabupaten Pinrang.
Sementara, koordinator lapangan (korlap), Sakariah, mengatakan, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merupakan pengkhianatan bagi bangsa dan telah menodai warisan para pahlawan.
“HMI Pinrang menuntut keras kasus-kasus korupsi yang ada di Kabuaten Pinrang guna untuk memberlakukan UU no. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” katanya.(Rel/Jei)






