
TRANSINDONESIA.CO – Perdana Menteri Mesir, Sharif Ismail, mengukuhkan kecelakaan pesawat penumpang Rusia dengan 224 orang di dalamnya, kurang dari setengah jam setelah pesawat itu lepas landas dari kota wisata Mesir Sharm El-Sheikh.
Para pejabat Mesir mengatakan pesawat jenis Airbus A-321, milik maskapai penerbangan Kogalymavia, nomor penerbangan 9268 itu adalah pesawat carteran yang membawa 217 penumpang, termasuk 17 anak-anak, bersama dengan tujuh orang awak.
Lokasi kecelakaan telah ditemukan dan operasi penyelamatan sedang berlangsung. Sejauh ini belum jelas apakah ada yang selamat.
Kantor Perdana Menteri Mesir mengatakan ia telah menjadwalkan pertemuan darurat dengan para pejabat pemerintah dan keamanan, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan terus memantau situasi. Pernyataan tersebut disampaikan lewat halaman Facebook kementerian itu.
Pesawat naas itu sedang dalam perjalanan ke kota St Petersburg di Rusia. Pesawat itu lepas landas pada pukul 05:51 waktu setempat (10:51 WIB) dan dilaporkan kehilangan kontak dengan menara kontrol lalu lintas udara kurang dari setengah jam kemudian.
Beberapa laporan yang belum bisa dikukuhkan mengatakan pilot pesawat itu mengirim pesan melalui radio tentang terjadinya masalah dengan pesawat itu.
Penyebab kecelakaan belum diketahui, tapi pihak berwenang mengatakan bukan karena ditembak jatuh.
Surat kabar pemerintah Mesir Al-Ahram melaporkan sedikitnya 15 ambulan sedang menuju ke kota Al-Hasana di Sinai, dan pemerintah telah menyatakan “status darurat.”(Voa/Fen)





