
TRANSINDONESIA.CO – Kabut asap yang diakibatakan oleh kebakaran hutan beberapa bulan terakhir ini terutama di wilayah Jambi dan Riau sudah menjadi keresahan nasional terutama bagi masyarakat di Sumatera Barat.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumatera Barat (Sumbar), Muhammad Arif, S.HI yang diterima Transindonesia.co, Kamis (29/10/2015).
Dikatakan Arif, sudah banyak korban akibat bencana asap baik korban nyawa, korban sakit, korban materi lainnya yang begitu besar hingga anak-anak merasa terancam untuk bersekolah dan harus diliburkan diberbagai daerah terdampak asap.
Menyikapi hal ini Pengurus Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar menyatakan:
- Menuntut Presiden Joko Widodo untuk bertanggung jawab penuh terhadap korban bencana kabut asap karena dianggap lalai dalam menanggulangi dan mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan yang mengakibatkan hak kenyamanan hidup masyarakat terampas dan hak ekonomi serta hak pendidikan anak-anak yang teraniaya.
- Menuntut perusahaan-perusahaan terutama Sinar Mas Group yang terindikasi menjadi dalang pembakaran hutan agar bertanggung jawab memberikan ganti rugi pada korban yang diakibatkan oleh bencana kabut asap.
- Mendesak Pemprov Sumbar agar mendata ulang nama-nama anak perusahaan Sianar Mas Group yang ada di Sumatera Barat dan segera mencabut hak izinnya beroperasi di Sumbar dan kapan perlu Pemprov Sumbar mengambil alih kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut.
- Menghimbau seluruh lapisan masyarakat Sumbar untuk melakukan class action terhadap Presiden Joko Widodo dan perusahaan-perusahaan terutama Sinar Mas Group yang terindikasi menjadi dalang penyebab bencana kabut asap di Sumatera.
Statement tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian kami sebagai generasi muda Sumatera Barat, semoga segala bentuk kesewenang-wenangan dapat kita musnahkan dari muka bumi ini.(Rel)







