
TRANSINDONESIA.CO – Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Sering, Pelalalawan, Riau, calon pelangana PLN kecewa dengan ulah petugas yang mengurus pemasukan listrik sampai kini tak kunjung masuk.
Sedangkan uang untuk masuk jaringan listrik PLN telah dibayar oleh calon pelanggan sebesar Rp2.700.000 per KK, namun oknum yang menagih dana belum juga memasukkan aliran arus listrik jaringan BUMD setempat.
Menurut warga bahwa pihak yang menagih dana pemasukan litrik dari pihak Kaur Desa Sering bekerjasama dengan pihak BUMD Pelalawan.
Sebelumnya oknum kaur itu berjanji tanggal 15 Oktober kemaren akan hidup. Namun hingga kini belum juga menyala.
“Bagaimana mau hidup, sementara arus dan meteran juga belum terpasang,”kata Aner calon pelanggan listrik kesal.
Sementara pihak BUMD saat dikonfirmasi menyatakan, hal itu menjadi urusan Distamben Pelalawan.
Kasi Ketenaga Listrikan Distanben, Denni, menyatakan tidak ada urusan dengan calon pelanggan PLN.
“Tidak ada urusan dengan biro yang memasukkan listrik desa ke kasi kami ini,” kata Deni.(Sbr)





