
TRANSINDONESIA.CO – Tujuh anggota DPR RI dan empat anggota DPD daerah pemilihan Jambi diminta mengundurkan diri karena tidak mampu menyuarakan darurat kabut asap hingga berakibat bencana pada masyarakat Jambi khususnya.
Hal tersebut diungkapkan dua tokoh Jambil, yakni Ketua Yayasan Pusat Advokasi Lingkungan dan Masyarakat, Yun Ilman dan Seknas Boemi Poetra, Abdullah Rasyid di Jakarta.
Kedua tokoh itu menyebut ketidak mampuan anggota DPR dan DPD itu hendaknya disambut langkah pengurus pusat partai tempat ketujuh anggota DPR itu bernaung mengundurkan mereka.
“Karena tidak mampu menyuarakan darurat asap secara nasional, anggota DPR dan DPD asal jambi lebih baik mundur saja. Para ketum partai juga diminta untuk mengundurkan ketujuh angotanya yang tidak bisa berbaut apa-apa untuk rakyat Jambi yang kini menderita karena kabut asap,” kata Rasyid.
Sedangkan Yun Ilman menyatakan, karena tidak mampu menyuarakan ditingkat nasional dimana kabut asap telah melumpuhkan semua sektor kehidupan masyarakat Jambi dan telah memakan korban manusia.
Selian itu, Bandara Sultan Taha lumpuh selama 3 bulan terakhir ini, kekeringan air minum masyarakat, gagal panen dan dampak penyakit ISPA.
“Kami yakin, masyarakat Jambi menginginkan dimundurkannya ketujuh anggota DPR dan mundurnya empat anggota DPD asal Jambi ini. Sikap ketidak pedulian wakil rakyat Jambi ini semakin memperpanjang oenderitaan rakyat, makanya rakyat setuju mereka mundur agar tidak lagi duduk di Senayan,” kata Yun.(Yan)





