
TRANSINDONESIA.CO – Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Sumatera Utara, canangkan “Zero Tolerance 2017” untuk angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat dicapai dengn usaha kerja maksimal dari seluruh Puskesmas yang ada diwilayah Labuhanbatu.
“Cita-cita dan harapan nol untuk angka kematian ibu dan angkat kematian bayi di tahun 2017 dapat tercapai, hal ini tentu kita harapkan kerjasama dan kerja keras dari seluruh Puskemas,” kata Kadis Kesehatan, Labuhanbatu, Dr Alwi Mujahit, Mkes saat berkunjung ke Puskesmas Gunung Selamat, kemaren.
Menurut Alwi, pada tahun 2010 angka kematian ibu bersalin 43 kejadian, dapat ditekan secara bertahap dengan melakukan upaya sistematis menjadi 11 kejadian di tahun 2014.
“Tahun 2015 ini, angka kejadian ini terus ditekan, secara sistematis dan berkelanjutan. Di bulan september yang lalu, sudah ada 9 kematian. Kalau ini dibiarkan, maka diprediksi akan ada 12 kematian di akhir tahun (1 kematian/ bulan). Hal yang sangat tidak diharapkan. Harapannya kalau dapat, harus lebih rendah dari tahun lalu (maksimal 10),” katanya.
Dari 9 kematian yang terjadi di tahun 2015, enam diantaranya disebabkan eklampsi/pre eklampsi, atau hipertensi pada kehamilan.
Untuk menekan angka kematian di tahun 2016, maksimal 5 kematian diupayakan untuk melatih seluruh bidan, mampu memberikan MgSO4, sehingga kematian akibat eklampsi/pre eklampsi, tidak terjadi lagi.
“Tahun 2016 akan terus dilakukan perbaikan menuju 2017 dengan nol kematian,” katanya.(Man)





