
TRANSINDONESIA.CO – Ketika ingin bepergian ke berbagai negara pasti memperkirakan jumlah pengeluaran yang membutuhkan biaya.
Termasuk bepergian ke luar negeri misalnya, Singapura? London? atau Sydney? Semua orang pasti punya anggapannya sendiri-sendiri ketika ditanya tentang hal ini.
Mengutip CN Traveler, sebuah bank di Swiss, UBS menganalisis negara-negara mana yang punya tingkat hidup paling mahal.
Dalam laporannya yang berjudul Prices and Earnings 2015: Do I Earn Enough for the Life I Want? UBS mengelompokkan negara yang paling mahal berdasarkan tingkat pengeluaran, termasuk sewa, membeli barang-barang dan jasa, serta harga sesudah pajak.
Yang paling mengejutkan dari daftar ini adalah ketidakhadiran Singapura sebagai negara termahal. Menurut WSJ, hal ini bisa terjadi karena Singapura kalah dari negara-negara seperti Swiss. Swiss bisa melonjak dari negara termahal karena bank nasional di Swiss menghentikan nilai tukar minimumnya. Selain itu laporan ini juga dipengaruhi oleh adanya tingkat tukar mata uang yang melemah pada dollar.
Ini negara-negara yang paling mahal di dunia:
- New York, Amerika
- Zurich, Swiss
- Geneva, Swiss
- Oslo, Norwegia
- London, Inggris
- Hong Kong, Hong Kong
- Chicago, Amerika
- Copenhagen, Denmark
- Sydney, Australia
- Tokyo, Jepang.(Nik)







