
TRANSINDONESIA.CO – Sebuah ambulans Rumah Sakit Medika Cibitung, Kabupaten Bekasi, dihentikan kawanan perampok setibanya di rumah sakit tersebut di Kampung Selang Cau, Desa Wanasari RT 04/13, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (8/9/2015) sekira pukul 09:00 WIB.
Aksi mereka bukan untuk mengambil mobil tersebut, melainkan untuk mengambil paksa uang tunai sebanyak Rp420 juta di dalam mobil itu.
Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Aprima Suar mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan mendalami kasus perampasan terhadap karyawan Rumah Sakit Medika Cibitung, guna memburu kawanan pelaku yang berhasil kabur membawa uang senilai Rp420 juta tersebut.
Kapolsek menjelaskan, kasus ini bukan perampokan melainkan perampasan tas di dalam ambulans yang dialami karyawan RS bernama Dede.
“Kami menekankan, bukan perampokan tapi perampasan,” tegas Kapolsek.
Saat ini, kata Kapolsek, terkait kasus ini pihaknya masih sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kawanan pelakunya, guna mengetahui identitas kawanan pelaku yang beraksi tersebut. “Kami masih lidik untuk mengetahui dari kelompok mana kawanan pelakunya,” kata dia.
Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan sudah sekitar lima orang saksi diperiksa dan dimintai keterangan seputar kejadian yang terjadi di lokasi. Selain itu, pihaknya juga mengambil rekaman CCTV rumah sakit untuk penyelidikannya.
“L saksi sudah kita mintai keterangan, CCTV pun didapatkan di mana terekam dua pelaku saat beraksi menggunakan helm. Sementara informasi dua pelaku lainnya menunggu di luar rumah sakit,” jelasnya.
Diakui dirinya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan kerugian hanya materi saja, uang senilai Rp420 juta yang dibawa korban, usai mengambilnya di Bank BCA KCP Ramayana, Cibitung. “Korban jiwa nihil, kerugian materi Rp420 juta,” tandas Kapolsek.
Saat itu RS Medika Cibitung baru saja mengutus dua karyawannya mengambil uang tunai di Bank BCA yang terletak di Jalan Teuku Umar KM 43, Cibitung Kabupaten Bekasi. Rencananya uang sebanyak itu akan digunakan untuk membayar tagihan obat rumah sakit.
Dede, pegawai rumah sakit yang juga menjadi korban perampasan mengatakan, pelaku berjumlah dua orang dengan menumpang satu unit motor. Setibanya di rumah sakit, mendadak mobil ambulance yang dia tumpangi dihentikan pelaku.
Tanpa basa-basi, seorang pelaku yang dibonceng langsung turun dari motor. Saat itu juga, dia membuka paksa pintu mobil sebelah kiri sambil menodongkan golok ke arahnya. Dengan golok itu, pelaku memaksa korban agar memberikan tas yang berisi uang tunai Rp420 juta.
Dede pun panik dan terpaksa menyerahkan tas tersebut. Saat tas tersebut berpindah tangan, tak disangka Dede menariknya kembali. Aksi tarik menarik tas tersebut akhirnya tak bisa terhindarkan. Dede berusaha mempertahankan tas milik perusahannya itu, namun apa daya pelaku mengayunkan golok ke arahnya. Beruntung, Dede berhasil menghindar dan melepaskan tas tersebut.
Menurut Dede, aksi kejahatan itu sempat disaksikan oleh pengunjung rumah sakit. Namun mereka tak berani melawan penjahat, karena kawanan perampok dibekali golok saat beraksi.
“Mereka pegang senjata semua, nggak ada yang berani mendekat karena takut dilukain,” kata Dede.(Min)





