
TRANSINDONESIA.CO – Umat Hindu di Bali mulai melakukan persiapan untuk menyambut datangnya Hari Raya Galungan sebagai peringatan kemenangan kebaikan (dharma) melawan keburukan (adharma) yang jatuh pada tanggal 15 Juli 2015.
Para perempuan di Bali seminggu menjelang hari suci itu sudah mulai mempersiapkan diri membuat rangkaian janur dan kue kering untuk kombinasi kelengkapan ritual.
Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar Dr I Ketut Sumadi, mengatakan bahwa wanit lebih sibuk dibandingkan pria dalam menyambut Hari Raya Galungan.
Wanita Bali dalam kehidupan sosial kemasyarakatan mengemban tugas penting untuk menyukseskan berbagai kegiatan ritual dan upacara adat, termasuk Galungan yang tinggal empat hari lagi.
“Saya merasa terharu menyaksikan ketulusan dan ketekunan wanita Bali dalam memaknai hari-hari suci keagamaan yang kadang kala jatuh secara beruntun,” ujarnya di Bali, Sabtu (11/7/2015).
Sumadi menilai, wanita Bali memang tidak bekerja sendirian untuk itu, mereka dibantu oleh suami dan anggota keluarga masing-masing, meskipun yang lebih menonjol adalah peranan dan aktivitas kaum ibu.
“Tanpa kerja sama dan saling membantu dalam keluarga itu, mustahil dapat menyiapkan dan menyukseskan rangkaian pelaksanaan hari suci yang mewarnai kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Ketut Sumadi.
Masyarakat Bali yang bermukim di perkotaan dan perdesaan mulai sibuk melakukan persiapan yang sama menyambut Hari Raya Galungan.
Berbagai jenis peralatan penjor (bambu yang dihias) itu sudah ada yang menjualnya secara lengkap di pasar sehingga kebanyakan warga membeli modifikasi peralatan penjor yang terbuat dari lontar.
Mengenai berdekatannya Hari Raya Galungan dan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam, Sumadi menganggapnya sebagai kebetulan saja, namun sama-masa mempunyai makna kemenangan dari mengendalikan hawa nafasu.(ant/oki)







