
TRANSINDOENSIA.CO – Siapa tak kenal Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi, pendidik dan pendiri sekolah keputren dari jepara.
Kartini bukan sarjana, bukan doktor/profesor, namun semangat dan karyanya sangat luar biasa. Ditunjukan dari apa yang ditulis dalam surat-surat keluarga abendanon. Dan apa yang ditulisnya menunjukan kemampuan dan inspirasi yang luar biasa bagi kaumnya akan edukasi dan emansipasi.
Kartini sang rajawali yang ditemukan keluarga abendanon telah menjadi tonggak sejarah perjuangan.
Hidup Kartini tidaklah panjang namun, pemikiran, semangat dan ajaranya abadi sepanjang zaman.
Di era globalisasi banyak Kartini-Kartini muda yang luar biasa yang mampu melampaui dari apa yang dipikirkan orang kebanyakan.
Kaum wanita bukan hanya konco wingking /penghias sangkar emas.
Kini wanita menjadi kekuatan bagi bangsa dan negara. Sumber inspirasi yang sangat luar biasa. Tak salah sebutan ibu pertiwi, ibu kota, ibu negara, dan banyak hal yang berkaitan dengan wanita.
Wanita adalah ibu bagi anak-anak bangsa yang akan terus hidup tumbuh dan berkembang. Kasih ibu sepanjang jalan, bagai sang surya menyinari dunia.
Menjadi ibu adalah kodrat wanita namun ia juga perkasa mengerjakan apa saja esacar profesional sebagai penerus cita-cita kartini.
Kaum wanita bukan lagi anak ayam kampung melainkan rajawali, dan kartini-kartini muda kini sudah banyak berperan di segala lini bahkan tak sedikit yang mampu memimpin pekerjaan yang identik dengan dunia kaum lelaki.
Otak, otot dan hati nurani kaum wanita begitu luar biasa tatkala tidak ada lagi diskriminasi. Era digital dan teknologi wanita bisa menjadi pilar dan pengembangya.
Kartini telah memberikan hati dan jiwanya bagi kaum dan bangsanya. Mimpi Kartini telah menjadi kenyataan, haruslah kita jaga dan tumbuh kembangkan.(CDL-210415)
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







