
TRANSINDONESIA.CO – Aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya terpaksa menembak tiga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dalam sebuah penyergapan di markas pelaku di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014) malam.
Tiga bulan beroperasi, kawanan bandit asal Indramayu, Jawa Barat ini sudah menggasak 12 mobil di sejumlah lokasi di Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan, ketiga pelaku yang dibekuk adalah Ade Noval, 29 tahun, Casnadi alias Walang, 39 tahun, dan otak komplotan yang juga seorang residivis, Anggoro alias Herman, 48 tahun.
Sementara tiga pelaku lain masih diburu petugas, mereka adalah Supriyanto, Alif dan Heru.
“Modus pencurian yang dilakukan komplotan ini adalah menggunakan kunci palsu dengan memutus kabel alarm sebelumnya,” kata Kombes Pol Heru kepada wartawan, Jumat (19/12/2014).
Sementara Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiarto mengungkapkan aksi yang dilakoni Anggoro cs ini sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. “Sejak September sampai Desember 2014, sudah 12 mobil yang dicuri,” kata AKBP Didik didampingi Kanit V AKP Handik Zusen.
Pelaku menyasar mobil incaran di sejumlah lokasi di Jakarta. Terakhir dilakukan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Selasa (16/12/2014) lalu. Dikediaman Muhammad Arif, 48 tahun, pelaku membawa kabur Toyota Avanza milik korban. Atas kejadian itu, Muhammad Arif kemudian melapor ke Polda Metro Jaya.
Tim Opsnal Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKP Handik Zusen akhirnya berhasil melacak identitas dan keberadaan pelaku.
“Mereka kita temukan di sebuah tempat di daerah Cempaka Putih, tiga pelaku terpaksa kita lumpuhkan kakinya dengan timah panas karena mencoba kabur,” kata AKP Handik. Ketiganya ambruk dengan luka tembak di salah satu kakinya masing-masing.
Lebih lanjut AKP Handik menjelaskan, dari pemeriksaan pelaku , kawanan ini mengaku sudah belasan kali mencuri. “Sasarannya adalah mobil jenis Avanza dan Innova,” tambah AKP Handik. Mobil hasil curian itu kemudian dijual pelaku kepada seorang penadah dengan harga ‘miring’ alias murah. “Untuk Avanza dijual Rp23 juta perunit, sementara jenis Innova hanya Rp32 juta,” katanya lagi.(yan)







