
TRANSINDONESIA.CO – Aksi bentrokan dan baku tembak antara anggota Brimob Polda Kepri dengan Batalyon Infantri 134 mengakibatkan seorang anggota TNI.
Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah. Sejumlah anggota TNI berseragam menjaga ketat rumah sakit itu.
Informasi yang dihimpun, prajurit TNI yang meninggal dunia itu bernama JK Marpaung. Jenazah korban kini berada di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RS Embung Fatimah.
Sejumlah anggota TNI berseragam dan Provost terlihat berjaga-jaga. Penjagaan dilakukan 24 jam. Bahkan, Kepala Staf Kodim Batam Mayor Inf Abdul Sipahutar terlihat ikut berjaga di depan pintu Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal rumah sakit itu.
Hendri, salah seorang sekuriti yang berjaga-jaga di sekitar instalasi tersebut membenarkan jika korban tewas tersebut berasal dari satuan Yonif 134. Menurutnya, korban masih menjalani autopsi.
“Masuknya sekitar jam 21.00 WIB, diantar langsung sama TNI juga,” ujar dia kepada wartawan, Kamis (20/11/2014) dini hari.
Seperti diberitakan, paska bentrokan yang terjadi Rabu (19/11/2014), yang bermula dari soal sepele antara 2 anggota TNI dan 2 anggota Brimob di kios BBM, sejumlah anggota TNI sempat mendatangi markas Brimob.
Agar tidak meluas, dimediasi Wakil Gubernur Kepri Soeryo Respationo, pimpinan TNI dan Polri bertemu di Markas Brimob, Rabu (19/11) siang. Hadir dalam mediasi itu, Danrem Wira Pratama 033 Brigjen TNI Eko M dan Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Tory Christianto. Dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat berdamai dan tidak memperpanjang persoalan.
Akan tetapi, pada sore harinya, kembali terjadi insiden. Kali ini diwarnai dengan suara letusan senjata. Suasana pun mencekam. Wagup Kepri yang masih berada di Mako Brimob tersebut diungsikan ke ruangan lain yang lebih aman.
Suara letusan senjata ini terus berlangsung hingga dini hari. Listrik di kawasan itu pun dipadamkan.(ful)





