
TRANSINDONESIA.CO – Meski musim kemarau masih panjang, sejumlah petani di Kabupaten Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat, mulai mengolah lahan pertanian utnuk memudahkan bercocok tanam.
“Masih kemarau tapi diperkirakan bulan Nopember sudah turun hujan, petani mulai siap olah lahan untuk memudahkan musim tanam padi,” kata Tarsono salah seorang petani di Kabupaten Indramayu, Kamis (9/10/2014).
Selama kemarau petani di Kabupaten Indramayu terpaksa gantung cangkul, kata dia, karena mereka khawatir jika memaksakan tanam padi gagal panen akibat kekeringan.
Menurut dia, kebiasaan pola tanam padi di Kabupaten Indramayu dan Cirebon sulit diubah, mereka enggan kembangkan tanaman lain meski hasilnya cukup menguntungkan, seperti melon dan semangka bahkan di bagian Indramayu barat petani setempat budidaya holtikultura.
Wasikin petani lain di Kabupaten Cirebon menuturkan, kemarau belum berakhir sejumlah petani di daerah Pantura Cirebon dan Kabupaten Indramayu mulai olah lahan karena diperkirakan bulan Nopember turun hujan.
Lahan pertanian di Kabupaten Cirebon dan Indramayu sebagian tadah hujan, mereka hanya bisa menggarap sawah mengandalkan musim basah, kemarau terpaksa berhenti tanam karena sering gagal panen.
Sementara itu Ir Anang, Kepala Seksi Produksi Badan Ketahanan Pangan dan penyuluhan Kabupaten Indramayu menuturkan, lahan pertanian di Kabupaten Indramayu bisa dimanfaatkan meski musim kemarau, bahkan bagi petani yang biasanya budidaya melon, berharap musim kering karena hasil panennnya lebih menguntungkan dibandingkan tanam padi.
Lahan pertanian di Kabupaten Indramayu cocok dan potensial kembangkan tanaman hemat air saat kemarau, seperti budidaya melon, semangka, sayuran dataran rendah. Bahkan hasil panennya tembus pasar ekspor.(ant/din)






