
TRANSINDONESIA.CO – Puteri Cove Residences Malaysia membidik Kota Medan menjadi konsumen hunian mewah premium dengan lisensi hak milik. Hal ini dilihat meningkatnya pertumbuhan ekonomi sehingga membuat Indonesia menjadi negara terbesar ketiga pembeli apartemen mewah tersebut.
Head, sales and marketing, Puteri Cove Residences, Patrick Mah, mengatakan, masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas banyak memang menjadi pangsa pasar developer di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Apalagi, pengembangan waterfront atau tepi pantai Puteri Cove Residences di Puteri Harbour Iskandar Malaysia ini, menjadi lokasi bisnis dan tempat tinggal yang menjanjikan.
“Puteri Cove Residences ini memang membidik masyarakat kelas menengah ke atas dan masyarakat Indonesia menjadi konsumen terbesar ke tiga. Kita targetkan minimal 50 unit laku dijual di Indonesia, dimana diantaranya berasal dari konsumen di Kota Medan,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Rabu (17/9/2014).
Dijelaskannya, Puteri Cove residences ini terletak di Nusajaya Iskandar Malaysia berlokasi diinvestasi terpanas yang paling diinginkan oleh pembeli Singapura ditahun 2014.
“Kita menyediakan berbagai pilihan premium unit-unit high floors yang baru dirilis dengan view ke arah marina dan laut khusus dijual di Medan dan Indonesia. Selain itu, pembangunan merupakan tujuan investasi dengan potensi sangat tinggi dengan proyeksi nilai hingga 40% dalam 5 tahun ke depan,” katanya didampingi Senor vice President Pacific Star, Merlissa Elvin dan Director IndoSinga Property, Loesje Imelda Veronica.
Menurutnya, Puteri Cove Residences terdiri dari unit hunian apartemen mewah premium hak milik ditiga tower 33 lantai, empat blok SOHO/loft tiga lantai dan retail lifestyle dua lantai dengan view ke marina pribadi dan teluk Puteri Harbour. Area milik premium seluuas 32.000 meter bujur sangkar merupakan bagian dari komunitas waterfrount internasional terkemuka di Puteri Habour.
“Pembangunan apartemen ini juga memiliki lifestyle centre retail yang terdiri dari pertokoan bergaya hidup tepi pantai, alfresco dining outlet, supermarket, pertokoan, klinik medis, foodcourt dan fasilitas layanan lainnya. Akhir pekan ini, kita akan promosikan secara resmi ke konsumen di Medan di JW Marriot Medan,” ucapnya.
Untuk harga jual sendiri, lanjutnya, berkisar Rp 50 juta hingga Rp 70 juta permeter dimana, konsumen tidak dibatasi yaitu boleh keseluruhan dimiliki orang asing. Bahkan pembeli asing dapat memperoleh fasilitas pembiayaan hingga 70% dari harga pembelian dari perbankan Malaysia.
“Pondasi pembangunan semua proyek baru selesai Desember tahun ini. Dan target penjualan di Indonesia diberikan hingga November 2014. Sebab, dari pembangunan tower 1 saja sudah 85% laku terjual dan semua proyek akan selesai ditahun 2017,” katanya.(dhon)







