TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) mengimbau para pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerah itu untuk mewaspadai penipuan yang biasanya muncul setiap ada seleksi penerimaan CPNS.
“Sistem penerimaan CPNS saat ini memang telah didesain yang dapat mencegah terjadinya praktik penipuan, tetapi tidak tertutup kemungkinan aksi penipuan tetap akan terjadi. Untuk itu para pelamar CPNS harus tetap waspada,” kata Sekertaris Provinsi Malut Madjid Husen di Ternate, kemaren.
Ia menjelaskan modus operandi penipuan yang kemungkinan dilakukan oknum tertentu dalam penerimaan CPNS 2014 ini, di antaranya menawarkan kepada pelamar untuk mengurus kelulusannya di pusat dengan imbalan sejumlah uang.
Selain itu, kata Madjid Husen, oknum itu menawarkan soal yang akan diujikan kepada para pelamar CPNS dalam sistem online nanti dengan imbalan uang, padahal soal itu palsu, seperti yang pernah terjadi dalam pelaksanaan ujian nasional di SMA.
Para pelamar CPNS di Malut diharapkan tidak terpengaruh dengan aksi penipuan seperti itu, karena dalam sistem penerimaan CPNS sekarang semuanya dikendalikan dari pusat melalui sistem jaringan yang ketat dan penentuan kelulusan semata-mata didasarkan pada hasil tes.
Menyinggung pelaksnaan pendaftaran CPNS di Malut, ia mengatakan, belum semua kabupaten/kota melaksanakannya karena terkendala dengan belum adanya formasi CPNS yang dikeluarkan oleh Kemenpan-RB.
Dari 10 kabupaten/kota di Malut baru tiga kabupaten/kota yang telah menerima formasi penerimaan CPNS yakni Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara.
Ia menambahkan, Pemprov Malut dan pemerintah kabupaten/kota di Malut telah mengusulkan ke Kemenpan-RB agar dalam penerimaan CPNS di Malut lebih diprioritaskan kepada putra daerah dengan cara menurunkan standar passing grade untuk peserta seleksi dari Malut, namun belum ada jawaban.(ant/kum)







