
TRANSINDONESIA.CO – Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara mengkritisi kondisi keamanan di provinsi itu, terutama di Kota Medan.
Dalam pemandangan umum terhadap nota keuangan RAPBD 2014 pada rapat paripurna DPRD Sumut di Medan, Rabu (27/8/2014), juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut Guntur Manurung mengatakan, kondisi keamanan di Sumut belakangan ini cukup memprihatinkan dengan banyaknya peristiwa kriminal.
Di antaranya kasus pencurian dan perampokan dengan kekerasan yang diyakini cukup meresahkan dan menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat.
Kondisi keamanan yang kurang kondusif tersebut tidak dapat dibiarkan terus sehingga perlu segera dilakukan tindakan pencegahan.
Untuk itu, pihaknya meminta Pemprov Sumut dan pemkab/pemkot untuk melakukan berbagai kebijakan yang diperlukan, termasuk menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan di bidang keamanan.
Dengan tindakan pencegahan tersebut, diharapkan berbagai kriminalitas yang sering terjadi di Sumut, termasuk perampokan dapat dicegah.
Ia menambahkab, selain menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat, berbagai tindak kriminalitas tersebut juga diperlukan untuk meghilangkan citra Sumut sebagai daerah yang rawan kejahatan dan kriminalitas.
Jika citra tersebut terlanjur melekat, dikhawatirkan tidak mendukung persiapan Sumut dalam menyosong pemberlakuan masyarakat ekonomi Asean yang sudah diambang pintu.
Jika kerja sama dalam masyarakat ekonomi Asean itu diberlakukan, intensitas pergerakan manusia dan barang dalam lingkup Asean akan bertambah.
Untuk itu, diperlukan kondisi keamanan yang kondusif untuk menjamim keamanan dan ketenangan berusaha, katanya.
Kritisi juga disampaikan juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sumut Abul Hasan Maturidi yang menyebutkan bahwa tingkat kejahatan di Sumut cukup mengejutkan.
Karena itu, PPP mengharapkan Pemprov Sumut untuk aktif membangun komunikasi dengan pihak kepolisian untuk menangani masalah keamanan yang makin meresahkan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah peristiwa kriminalitas sering terjadi di Kota Medan seperti peristiwa yang dialam salah seorang wartawan terbitan Medan dengan pelaku yang menggunakan senjata jenis air softgun di Jalan Gaperta Ujung pada Sabtu (16/8/2014) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Kemudian, perampokan juga terjadi di Bank Muamalat yang berlokasi di Jalan Krakatau pada Kamis (22/8/2014) sore sekitar pukul 17.00 WIB.(ant/don)





