TRANSINDONESIA.CO – Sebanyak dua pembonceng sepeda motor yang merupakan seorang ibu dan anaknya tewas akibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Pekuncen, Desa Kranggan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (6/8/2014).
Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal dari antrean kendaraan di ruas jalan penghubung jalur selatan dengan jalur pantai utara Jateng.
Saat itu, sebuah truk berpelat nomor AD-1623-MA yang datang dari arah Bumiayu, Kabupaten Brebes, menyeruduk sebuah sepeda motor di depannya sehingga menyebabkan pengendara dan dua pemboncengnya terjatuh.
Setelah menyeruduk sepeda motor, truk itu menabrak mobil Yaris berpelat nomor B-1566-ZVD dan mobil Avanza berpelat nomor D-1775-XC yang berjalan perlahan dari arah berlawanan.
Bahkan, dua pembonceng sepeda motor yang jatuh ke kanan itu terlindas roda truk hingga tewas, sedangkan pengendaranya mengalami patah tulang ekor.
Seluruh korban tewas dan patah tulang itu segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang, Kabupaten Banyumas.
Dari hasil identifikasi Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas, dua korban tewas itu bernama Lulu Ihmamudah (35) dan Nafis Ilham (4), sedangkan korban luka-luka bernama Dede, warga Desa Pagebatan RT 5 Rw 7, Kecamatan Bantarkawung, Brebes.
Saat ditemui wartawan, Dede mengatakan bahwa dua korban tewas itu merupakan kakaknya dan keponakannya (anak Lulu Ihmamudah).
“Peristiwa nahas itu terjadi ketika saya dalam perjalanan mengantarkan kakak dan anaknya menuju Stasiun Purwokerto karena mereka akan pulang ke Yogyakarta,” katanya.
Akan tetapi ketika berada di tikungan yang menurun, sepeda motor yang dia kendarai diseruduk sebuah truk.
Setelah kejadian itu, dia mengaku tidak ingat apapun dan baru sadar ketika telah berada di rumah sakit.
“Mungkin rem truk itu blong, lalu menyeruduk motor yang saya kendarai, kemudian menabrak Yaris dan Avanza yang datang dari arah berlawanan. Saya beserta kakak dan anaknya tergeletak, saya kesakitan dan selanjutnya tidak ingat apa-apa,” katanya.
Hingga saat ini, kasus tabrakan tersebut masih ditangani Satlantas Polres Banyumas.
“Masih dalam pemeriksaan,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Banyumas Inspektur Polisi Satu Priyo Handoko.
Dari pantauan, antrean kendaraan di jalan penghubung jalur selatan dengan jalur pantura Jateng itu terjadi akibat pengalihan kendaraan karena adanya perbaikan Jembatan Comal di Kabupaten Pemalang.
Bahkan, antrean kendaraan terutama yang datang dari arah Yogyakarta juga terjadi di sejumlah ruas jalan, salah satunya di ruas Jalan Buntu-Sampang, Kabupaten Cilacap.(ant/ats)







