Ilustrasi Pesawat Malaysia Airlines MH17
TRANSINDOENSIA.CO – Salah seorang dari 298 orang penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 17, korban serangan roket di perbatasan antara Ukraina dan Rusia, Kamis (17/7/2014), ternyata dilaporkan warga Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Korban warga Jalan Garuda No. 28A, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan, Tembung, adalah bernama Henry. Pria berusia 27 tahun itu, sudah lama menetap di Amsterdam, dan hendak pulang ke kampung halaman di Medan.
“Kami masih mendengar kabar bahwa salah seorang penumpang pesawat MH 17 itu adalah Henry tetangga kami,” ujar A Sun (40), saat ditemui di keramaian rumah orangtua Henry, Ng Siang Seng, Jumat (18/7/2014) malam.
Menurutnya, Henry merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Ng Siang Seng dan istrinya Tan A In. Beberapa tahun belakangan, Henry bekerja di Amsterdam. Henry merupakan kebanggaan keluarganya.
“Dia berencana mau pulang menemui orangtuanya di kampung ini. Kami pun mengetahui Henry sebagai salah seorang penumpang berdasarkan data identitas seluruh penumpang yang banyak beredar,” katanya.
Berdasar pantauan SP, rumah permanen milik orangtua Henry, dengan cat tembok warna biru dan pintu besi bercat hijau tersebut, ramai didatangi masyarakat di sana. Bahkan, kerabat terdekat maupun family juga datang ke lokasi.
“Sampai saat ini, keluarga korban masih menunggu informasi lebih lanjut tentang kepastian identitas penumpang pesawat MH 17 tersebut. Henry merupakan salah seorang penumpang pesawat,” ujar Akeng (45).
Akeng menambahkan, kekhawatiran keluarga Ng Siang Seng atas Henry sebagai salah seorang penumpang pesawat MH 17 tersebut, karena putus komunikasi. Keluarga putus komunikasi dengan Henry sejak kejadian tersebut.
Keluarga juga melihat laporan data korban tewas penumpang pesawat naas itu. Berdasarkan data yang dibaca itu, ada daftar penumpang dengan nama Henry. Nama itu yang menguatkan keluarga menangis.
“Kami mendengar laporan dari tetangga yang datang, bahwa berdasarkan cerita orangtuanya, Henry komunikasi untuk memberitahukan pulang kampung. Keluarganya senang Henry mau pulang,” jelasnya.
Ditambahkan, kekhawatiran tetangga tentang salah seorang penumpang pesawat korban serangan rudal di perbatasan Ukraina dan Rusia tersebut, semakin menguat ketika mendengar jerit tangis keluarga Henry tersebut.
“Kami melihat Tan A In, ibunda Henry yang bolak – balik tidak sadarkan diri. Ibunya jatuh pingsan karena mendengar anaknya sebagai salah seorang penumpang pesawat itu. Tangisannya memilukan,” imbuhnya.
Henry dilaporkan merupakan penumpang pesawat MH 17 jenis Boeing 777. Pesawat dengan nomor penerbangan MH17 itu meninggalkan Amsterdam pukul 12.15, Kamis malam. Pesawat itu diperkirakan tiba di Kuala Lumpur jam 6.10 Jumat pagi.(sp/don)





