Calon Presiden dari nomor urut 1, Prabowo didampingi mantan istri Prabowo Subianto, Siti Hediati Suharto (kedua kiri belakang) dan cawapres Hatta Rajasa bersama istri beserta para pemimpin partai pendukung koalisis Merah Putih, di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (14/7/2014).(ist)
TRANSINDONESIA.CO – Calon presiden (Capres) nomor urut 1, Prabowo Subianto, menegaskan, kekuatan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati yang harus tetap dijaga.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menyaksikan penandatanganan Koalisi Merah Putih permanen oleh tujuh partai politik (parpol) pengusung dirinya di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (14/7/2014).
”Hari ini kita saksikan penandatanganan koalisi permanen. Intinya, iktikad tujuh partai yang berkomitmen mengawal Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Semua menjamin pemerintah yang stabil yang membawa perbaikan pada bangsa dan negara,” kata Prabowo.
Kesepakatan koalisi permanen ditandatangani oleh masing-masing ketua umum partai politik maupun perwakilannya yang mengusung pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Ketujuh partai politik tersebut masing-masing Partai Gerindra oleh Ketua Umum Suhardi, Partai PAN (Hatta Rajasa), Partai PPP (Suryadharma Ali), PKS (Anis Matta), PBB (MS Kaban), Partai Demokrat (Nachrowi Ramli), dan Partai Golkar oleh Aburizal Bakrie.
Ketua Umum PAN, yang juga calon wakil presiden (cawapres) koalisi merah putih, Hatta Rajasa, menjelaskan, pihaknya bertekad lakukan tiga hal penting.
Pertama, harga mati empat pilar yang sudah menjadi komitmen koalisi, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Koalisi merah putih akan mengawal dan memastikan berjalannya empat pilar itu,” kata Hatta.
Kedua, di dalam sistem presidensial dan multipartai pihaknya ingin memastikan fungsi-fungsi di parlemen berjalan dengan baik sehingga pemerintahan tidak kehilangan waktu.
“Betapa repotnya jika parlemen tidak solid. Oleh sebab itu, kesolidan partai koalisi harus dapat kita jalankan dengan baik,” ucap Hatta.
Ketiga, semua pihak harus bisa memastikan bahwa apa yang sudah dicapai tidak boleh mundur ke belakang. Program pembangunan yang akan dijalankan harus yang pro kepada rakyat.
“Inilah komitmen Koalisi Merah Putih. Hanya satu tujuan, untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Saat ini Koalisi Merah Putih permanen, memiliki kekuatan kursi sebanyak 353 kursi di DPR, atau sekitar 62 persen dari jumlah kursi di parlemen.(sp/sof)







