TRANSINDONESIA.CO – Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Laurent Fabius menyerukan gencatan senjata dengan segera di Israel dan Jalur Gaza. Konflik enam hari ini disebutnya “benar-benar menimbulkan malapetaka”.
“Di Gaza dan Israel, prioritas mutlak adalah terjadinya gencatan senjata,” ujar Laurent Fabius kepada wartawan di Wina, Minggu (13/7/2014).
Ia tengah mengumpulkan rekan-rekannya dari Barat untuk membahas program nuklir Iran yang kontroversial dalam sebuah pertemuan yang juga menyentuh tentang serangan yang terjadi di Gaza.
“Dalam konteks ini eskalasi telah benar-benar menjadi sebuah malapetaka, Prancis – sebagai Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – menyerukan untuk kembali ke gencatan senjata 2012,” ujarnya, merujuk pada perjanjian gencatan senjatan yang mengakhiri babak akhir dari pertempuran antara Israel dan milisi Hamas pada November 2012.
Serangan mendadak terbaru ini berubah menjadi aksi kekerasan dimulai pada 12 Juni ketika tiga remaja Israel diculik dan dibunuh, sehingga memicu tindakan keras militer besar-besaran pada Hamas di Tepi Barat dan meningkatnya serangan roket dari Gaza.
Pembunuhan balas dendam brutal terhadap remaja Palestina yang dilakukan kelompok ekstremis Yahudi pada 2 Juli juga menambah dorongan untuk menyerang, yang memperburuk aksi ini ke dalam konflik habis-habisan pada 8 Juli ketika Israel melancarkan operasi militer udara terhadap milisi Gaza.
Jumlah korban tewas warga Palestina akibat operasi militer udara Israel telah mengenai 166 korban, menyusul hari paling berdarah pada Sabtu (12/7/2014) ketika sebanyak 56 orang meninggal.
Sejauh ini, tidak ada warga Israel yang tewas, kendati kelompok milisi Gaza telah menggempur bagian selatan dan tengah negara dengan sekitar 660 roket sejak pertempuran dimulai.
Israel pun telah memperingatkan bahwa persiapan serangan darat sedang dipersiapkan, dengan tank-tank dan artileri yang berkumpul di sepanjang perbatasan dan sekitar 33.000 tentara cadangan telah dikerahkan dari 40.000 tentara yang disetujui oleh kabinet.
Sebuah keputusan apakah akan melancarkan operasi darat bisa terjadi pada Minggu.
Presiden Prancis Francois Hollande juga bergabung dengan seruan Fabius untuk “gencatan senjata dengan segera” pada Minggu, yang mengarah pada “naiknya jumlah korban sipil Palestina” dan risiko dari intervensi serangan darat.
Sementara itu Menteri Pertahanan (Menhan) Jean-Yves Le Drian meminta pada “Israel untuk menahan diri dalam menanggapinya dan khususnya dalam hal menghormati hukum internasional dan memastikan bahwa korban sipil dapat dihindari.”
“Prancis menyerukan gencatan senjata dengan segera… untuk memastikan bahwa semua pihak mulai berunding satu sama lain untuk menghindari eskalasi yang berubah menjadi tragis bagi bagian dari dunia ini,” kata dia dalam sebuah wawancara televisi.(afp/fen)






