TRANSINDONESIA.CO – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui jika persaingan Pilpres 2014 ini sangat keras dan rawan terjadi konflik. Namun SBY berharap dalam hasil akhir Pilpres nanti tidak ada konflik atau gesekan yang terjadi.
Presiden mengatakan, kekhawatiran akan munculnya konflik pasca Pilpres sudah muncul saat ini. Namun dirinya sudah berkordinasi dengan seluruh jajaran khususnya di TNI dan Polri agar bisa mengantisipasi hal tersebut.
“Ya kalau ditanya apa mungkin ada benturan, ada kekerasan horizontal ya mungkin-mungkin saja, tetapi ingat Pemilihan presiden tahun 2004 dan 2009 itu berjalan damai dan demokratis, aman, tertib dan lancar,” ujar Presiden SBY seperti dikutip dari youtube pribadinya, Senin (7/7/2014) dinihari.
Menurutnya, saat ini rakyat Indonesia sudah cerdas dan bisa menghargai sebuah demokrasi meski pertarungan di Pilpres sangat keras. Sebab sekeras apapun kompetisi yang terjadi di Pilpres, namun saat hasilnya telah diumumkan oleh KPU maka semuanya akan menerima dengan lapang dada.
Presiden menceritakan pengalamannya saat di Pilpres 2009 lalu dimana kompetisinya tak jauh berbeda dengan Pilpres 2014 ini. Saat itu dirinya keluar sebagai pemenang Pilpres mengungguli Megawati dan Jusuf Kalla (JK) yang juga ikut berkompetisi.
Namun Presiden menyadari hasil Pilpres 2009 lalu tidak semua pihak bisa menerimanya dan mengajukan keberatannya ke Mahkamah Konstitusi.
“Itu cara yang benar, damai, demokratis dan konstitusional. Jadi maksud saya kalau ada yang tidak terima dengan perolehan hasil suara itu silahkan menggunakan saluran pengaduan yang tepat sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” terangnya.(ini/sof)








