Arus mudik dengan kapal lau.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – PT Pelni Cabang Ambon melibatkan pihak keamanan di kawasan pelabuhan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang kapal laut menjelang Lebaran 2014.
“Kami sudah melakukan koordinasi sebab masa liburan 2014 maupun menghadapi arus mudik lebaran tidak ada penambahan kapal milik PT Pelni,” kata General Manager baru PT Pelni Cabang Ambon Siswandi seusai serah terima jabatan dari general manager yang lama Nenson Idris di Ambon, Senin (7/7/2014).
Dia menjelaskan kapal yang beroperasi dan menyinggahi Pelabuhan Yos Soedarso Ambon ada tujuh masing-masing dengan bobot 2.000 gros ton yakni KM.Sinabung, KM.Tidar, KM.Gunung Dempo, KM.Ngapulu, tipe 1.000 KM. Kalimutu, dan tipe 500 yakni KM.Sangian dan Pangranggo.
“Jadi dari tujuh unit kapal Pelni ada empat kapal yang tipe 2.000 gros ton (GT), satu kapal tipe 1.000 GT dan dua kapal lainnya tipe 500 GT,” ujarnya.
Sudah pasti akan ada peningkatan penumpang yang mudik ke kampung halaman, lanjutnya, hanya saja bisa teratasi dengan jumlah kapal yang ada.
“Jadi kerja sama yang akan berlangsung sejak H-15 sampai dengan H+15, atau sampai pada arus balik itu bukan saja untuk antisipasi lonjakan penumpang tetapi menghindari hal-hal yang bisa saja terjadi pada saat kapal merapat maupun akan berangkat,” ujarnya.
Selain itu Pelni juga melakukan kerja sama dengan pihak Badan Meteorologfi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca di perairan Maluku yang sewaktu-waktu berubah sehingga ada larangan berlayar yang dikeluarkan BMKG.
Begitu juga dengan kegiatan bongkae muat terutama peti kemas yang diangkut kapal Pelni berupa bahan kebutuhan pokok dari Surabaya diutamakan turun duluan di Ambon.
“Jadi kargo yang diangkut kapal Pelni seperti KM.Gunung dempo dan KM.Sinabung diutamakan bahan kebutuhan untuk lebaran berupa telur, ayam beku, Mentega , susu dan keperluan lebaran lainnya akan diprioritaskan,” katanya.
Demikian juga pada saat pembongkaran di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, lanjutnya, akan didahulukan.
Siswandi yang hari ini resmi sebagai General Manager PT Pelni Cabang Ambon sebelumnya bertugas sebagai General Manager PT Pelni Cabang Manakwari (Papua Barat), sedangkan Nelson Idris selanjutnya ditempatkan sebagai Presiden Direktur PT Solusi Integrasi Utama di Jakarta.(ant/kum)






