Presiden SBY menerima Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama panitia Sidang Raya XVI PGI, di Kantor Presiden, Senin (7/7/2014).(presidenri)
TRANSINDONESIA.CO Dalam menghadapi pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Juli nanti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak dapat berlaku sejuk, damai, dan menghindari konflik yang tidak perlu.
“Bangsa ini terlalu mahal untuk dijebakkan ke hal yang tidak perlu atau kemungkinan ketegangan. Pilihan boleh berbeda, tapi yang terpilih nanti adalah Presiden Indonesia,” kata Presiden SBY.
Pernyataan SBY tersebut disampaikan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe seusai audiensi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/7/2014) pukul 11.30 WIB. Andreas bersama pengurus PGI lainnya datang untuk melaporkan rencana pelaksanaan Sidang Raya XVI PGI di Nias, Sumatera Utara, pada 11-17 November 2014.
Begitu mendengar tanggal pelaksanaan sidang raya, Presiden SBY seketika tersenyum. “Nanti saya sampaikan sama beliau (Presiden terpilih), sekarang saya belum tahu namanya,” ujar SBY, diiringi tawa pengurus PGI yang hadir.
Ketika sidang raya dilaksanankan, SBY sudah tidak menjabat Presiden RI lagi karena masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober mendatang. Meski begitu, menurut Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe dalam keterangan pers seusai pertemuan, menjelaskan bahwa PGI tetap merasa perlu melapor. Jika SBY berkenan hadir, lanjut Andreas, kehadirannya akan disambut dengan bahagia.
Dalam keterangan persnya, Andreas juga menyampaikan bahwa umat kristiani berterima kasih kepada Presiden SBY karena telah mengabdi selama 10 tahun dan akan mengakhiri tugas pada Oktober nanti. PGI juga menyampaikan akan mendukung presiden terpilih nanti.
“Bukan hanya segala sesuatu ‘iya’ (setuju), tapi juga sikap kritis. Itu sikap gereja, sikap kritis solidaritas dimana hal-hal konstruktif disampaikan,” ujar Andreas.
Panitia Sidang Raya XVI PGI yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden SBY diantaranya Sekretaris Umum Gomar Gultom, Bendaraha Kumala Setiabrata, Bupati Nias Sokhi Atulo Laoly, dan Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase.
Sementara itu, Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendagri Gamawan Fauzi, Menag Lukman Hakim.
Hari ini, Presiden SBY diagendakan menerima tiga organisasi umat. Setelah MUI dan PGI, pukul 13.00 WIB, Presiden dijadwalkan menerima panitia dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). KWI adalah organisasi Gereka Katolik yang beranggotakan para uskup.(pri/sof)







