Presiden SBY menerima Ketua Umum MUI Din Syamsuddin dan pimpinan MUI lainnya di Kantor Presiden, Senin (7/7/2014).(presidenri)
TRANSINDONESIA.CO – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendoakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintahan yang dipimpinanya dapat mengemban amanat dan mengakhiri kepemimpinan dengan khusnul khotimah atau dengan baik. Hal ini disampaikan Ketua Umum DP-MUI Din Syamsuddin usai audiensi dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Senin (7/7/2014).
“Kami mendoakan agar kepemimpinan Presiden SBY ini berakhir dengan khusnul khotimah,” ujar Din Syamsuddin dalam keterangan persnya.
Presiden SBY menerima DP-MUI yang dipimpin Ketua Umum Din Syamsuddin yang datang untuk bersilaturahmi terkait bulan Ramadan 1435 H. Din juga melaporkan mengenai wafatnya Ketua Umum Safal Mahfudz, yang digantikannya. “Sesuai pedoman dasar dan rumah tangga MUI, Wakil Ketua Umum lah yang melanjutkan. Insya Allah sampai Munas MUI 2015,” Din menjelaskan.
MUI, lanjut Din, menegaskan fitrah dan jati dirinya sebagai pelayan umat. “Tentu sebagai mitra strategis, (MUI) senantiasa berada pada sikap mendukung langkah-langkah melanjutkan kesejahteraan rakyat,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.
Dalam keterangan persnya, Din menyampaikan beberapa hal yang dibicarakan bersama Presiden. Antara lain tentang program kerja MUI. Sebagai organisasi payung dari umat Islam di Indonesia, ujar Din, MUI sangat memberikan perhatian pada perbaikan ahlak bangsa dan pemberdayaan ekonomi umat.
Selain itu, MUI juga menyampaikan keprihatian atas gejala yang mengemukan di tubuh bangsa dalam kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Gejala seperti ini menjalar hampir di semua kalangan, seperti ulama, agamawan, TNI khususnya mantan jenderal, pekerja seni dan umat masyarakat di lapisan bawah. Din meningatkan, jika gejala ini tidak segera dirajut dengan persatuan persaadaraan maka akan timbul potensi konflik.
“MUI ingin tampil sebagai penjaga moral bangsa, wasit moral bangsa. Alhamdulillah pemerintah memberi kepastian untuk bisa menjami proses Pilpres ini berjalan aman dan damai,” kata Din.
Presiden SBY sendiri, lanjut Din, menginginkan agar Pilpres yang menentukan pemimpin untuk 5 tahun mendatang ini, jangan sampai menimbulkan pertentangan yang berdampak panjang.
Olek karenanya, sesuai tausiyah MUI, Din mengajak untuk sama-sama mengedepankan ukhuwah islamiyah dan persaudaraan kebangsaan serta menghadapi pilpres dengan penuh tanggung jawab. MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa menggunakan hak pilih dalam pemilu hukumnya wajib.
Pada kesempatan ini, Din juga meminta kesediaan Presiden SBY untuk membuka Rakernas MUI yang akan dilaksanakan pada 13-15 Agustus mendatang.
Dalam pertemuan dengan Presiden SBY tadi, Din didampingi para ketua MUI, diantaranya, Umar Shihab, Tuty Alawiyah, Anwar Abbas, Slamet Effendi Yusuf, Amidhan, Hafis Usman, Basri Bermanda, dan Noor Achmad.
Sedangkan Presiden SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, dan Menag Lukman Hakim.(pri/sof)







