TRANSINDONESIA.CO – Salah satu elemen yang wajib diperhatikan ketika manjalankan puasa di bulan Ramadhan adalah mengendalikan emosi. Dilarang marah merupakan salah satu syarat puasa selain larangan makan, minum dan berhubungan suami istri di siang hari.
Mudah marah dan emosi meledak-ledak karena hal yang sepele merupakan cerminan perbuatan setan. Dari marah yang tak terkendali bisa berujung pada tindakan destruktif. Akibatnya bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Puasa merupakan media terapi yang efektif untuk mengendalikan emosi yang meledak-ledak. Selain itu dengan menjalankan ibadah puasa dengan iklas, secara tak langsung melatih orang untuk bersabar tawakal dan menerima keadaan dengan lapang dada.
Ketika hari kemenangan tiba, yakni Hari Raya Idul Fitri, bukan serta merta merayakan dengan hingar bingar, melainkan bermaaf-maafan kepada saudara maupun handai taulan. Itulah hakikat puasa untuk menata jiwa dan emosi.
Berikut ini merupakan tips cermat menjaga emosi di bulan puasa :
Hindari pemicu amarah
Langkah pertama hindari pemicu amarah. Selain jaga lisan supaya tidak keceplosan memicu pertengkaran. Karena omongan / pembicaraan menjadi pemicu utama pertengkaran.
Berbanyak istigfar
Kedua selama berpuasa sering-sering beristigfar kepada Allah SWT. Perbuatan ini menjaga perasaan tetap dingin dan terkendali meski Anda tengah menghadapi permasalahan berat. Manfaat istigfar adalah memohon maaf kepada Allah SWT atas perbuatan dosa dan tindakan buruk yang sengaja maupun tak sengaja dilakukan.
Berpikir positif
Biasakan selalu berpikir positif saat menghadapi masalah atau mencermati sebuah permasalahan. Selalu positif thinking secara tak langsung dapat menghindari stress. Dengan demikian Anda akan mendapat hikmah dari semua peristiwa dan masalah hidup Anda.(sis)








