TRANSINDONESIA.CO – Data Perserikatan Bangsa -Bangsa (PBB) pada 2013 menunjukkan, terdapat sekitar 4 ribu anak-anak yang direkrut untuk terlibat perang di seluruh dunia. Mereka diketahui terlibat perang bersama kelompok pemberontak.
Seperti dikutip Belfast Telegraph, Rabu (2/7/2014), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mencatat ada 4 kelompok yang kerap melakukan aksi perekrutan anak-anak untuk menjadi tentara. Yakni, kelompok militan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), Al Qaeda, Unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (YPG) dan Boko Haram.
Sejumlah anak yang direkrut itu kerap dimanfaatkan untuk melakukan aksi pembunuhan atau menjadi korban dari kekerasan seksual bagi para kelompok pemberontak.
Wakil Khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata, Leila Zerrougui mengatakan, meningkatnya aktivitas militan ISIL membuat kondisi semakin berbahaya bagi anak-anak.
Ban menyatakan, laporan ini memungkinkan PBB untuk segera mengambil tindakan setelah mendapatkan laporan atau informasi terkait kegiatan para kelompok tersebut.(sis)






