Kapolri Jenderal Pol Sutarman.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Polri mengerahkan sekitar 294 ribu pasukan untuk mengamankan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 9 Juli 2014. Aparat kepolisian tersebut juga dibantu aparat TNI dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas).
Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, di Palu, Rabu (11/6/2914), mengemukakan, pasukan TNI yang diperbantukan kepada Polri untuk mengamankan pilpres sebanyak 23 ribu personel, sedangkan petugas Linmas jumlahnya mencapai 1,3 juta orang yang tersebar di seluruh Tanah Air.
Pasukan tambahan tersebut digunakan untuk mempertebal pengamanan dan menambah kekuatan Polri. Polri juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara lainnya untuk membantu kelancaran Pilpres 2014.
Kapolri mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi keamanan di daerahnya agar pilpres yang diikuti dua pasangan itu berjalan aman dan lancar. Pilpres 9 Juli 2014 diikuti pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Masyarakat diharapkan bisa menyalurkan aspirasinya dengan tenang dan nyaman tanpa tekanan dari pihak manapun. “Jangan sampai ada paksaan, apalagi ada godaan politik uang saat mencoblos,” ujar Sutarman.(pi/jei)







