Inilah reruntuhan 15 ruko yang menwaskan 12 orang dan menimpa 72 orang pekerja.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Upaya pencarian korban keruntuhan bangunan ruko Cendrawasih Permai di Jalan Ahmad Yani, Temindung Permai, KSungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Barat, telah berhasil mengevakuasi 12 jenazah.
“Persitiwa robohnya 15 rumah toko (Ruko) pada Selasa (3-6-2014) hingga Jumat sore (6-6-2014) ini telah berhasil menemukan semua korban,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya kepada Transindonesia.co di Jakarta (6/6/2014).
Dari 84 orang maka 72 orang selamat dan 12 orang tewas. Korban terakhir ditemukan pada sore ini pukul 18.30 Wita. Dari 72 orang selamat saat ini masih ada 3 orang yang dirawat di RSUD AW Syachranie Kota Samarinda.
Sebagian korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Timur. Data korban tewas yang telah diidentifikasi adalah:
1. Kasiran (50) asal Trenggalek.
2. Abdul Makrub (26) asal Trenggalek
3. Kadori (35) asal Trenggalek
4. Sugianto (35) asal Trenggalek
5. Peron Pamudi (40) asal Trenggalek
6. Surani (25) asal Ponorogo.
7. Toyo (45) asal Ponorogo
8. Jarwo (45) asal Ponorogo
9. Rudi Surianto (32) asal Ponorogo
10. Toni (35) asal Ponorogo
11. Jono (60) asal Ponorogo
12. Jarno (35) asal Ponorogo
Sedangkan7 korban telah dikirim ke Jawa Timur untuk diserahkan kepada keluarga korban. Sisanya akan dikirim berikutnya.
Malam ini Kepala BPBD Kota Samarinda masih memimpin rapat koordinasi untuk evaluasi penanganan lebih lanjut. Evakuasi korban untuk sementara dihentikan karena korban telah ditemukan semua. Pembersihan material puing-puing bangunan masih akan dilanjutkan. 72 korban selamat meminta agar gaji dibayarkan dan dipulangkan ke Jawa Timur karena trauma. Gubernur Kalimantan Timur telah memerintahkan semua hak pekerja dipenuhi.(yan)







