Ilustrasi kapal tenggalam.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Kapal motor berbendera Indonesia KM “Doa Ibu” IV GT 32 No 512/bh PPF bermuatan drum kosong dengan tabung gas (kosong) mengalami kecelakaan tunggal dan tenggelam di wilayah perairan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau pada Selasa (3/6/2014) dini hari.
“Kasus laka laut tersebut ditangani oleh Polair Polres Rohil,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Rabu (4/6/2014).
Kapal tersebut menurut informasi dari Polres Rohil, demikian Guntur, dinakhodai oleh Sarman Nainggolan (47), dan petugas kamar mesin atas nama Mulyadi (48) kemudian dua anak buah kapal (ABK) bernama Baruna Atmaja (21) dan Putra Sinaga (24).
Kronologi kejadian menurut kepolisian, pada Selasa (3/6) sekitar pukul 05.00 WIB, kapal KM “DOA IBU” IV bertolak dari Dermaga Panipahan, Bagansiapiapi, Rohil, dengan tujuan Dumai.
Kemudian, lanjut kata dia, pada pukul 09.00 WIB, kepala kamar mesin, Mulyadi melakukn pengecekan kamar mesin dan melihat air telah penuh di kamar mesin dan dia melaporkannya ke nakhoda.
Saat itu juga, kata dia, seluruh awak kapal melakukn upaya penyelamatan namun tidak bisa di lakukan sehingga KM DOA IBU tenggelam di perairan Bagansiapiapi sekitar 11 mil dari pantai.
“Seluruh awak kapal, nakhoda, kepala kamar mesin, dan dua orang ABK dan berhasil selamat di tolong kapal nelayan yang melintas di TKP pada pukul 10.15 WIB,” katanya.
Mendapat informasi itu, kata dia, anggota Satuan Polair Polres Rohil dengan Kapal Patroli Pol IV-1102 membantu evakuasi dan berhasil menemukan para awak kapal sekitar pukul 14.00 WIB.
“Upaya yang dilakukan ketika itu yakni melakukan pertolongan dan penyelamatkan terhadap korban kemudian barang-barang yang memungkinkan diselamatkan,” katanya.(ant/ful)





