TRANSINDONESIA.CO- Ditengah suburnya pertumbuhan lembaga pendidikan di Sumatera Utara (Sumut), serta besarnya aliran dana pemerintah untuk kegiatan pendidikan, ternyata belum mampu mendongkrak kualitas pendidikan para pekerja di Sumut.
Pasalnya, berdasarkan survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2014 lalu, memunculkan pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi, yaitu sebesar 37,31%, sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sebesar 2,60% dan pekerja dengan pendidikan Sarjana sebesar 6,73 %.
Tenaga kerja yang mendapatkan jenjang pendidikan keahlian lewat sekolah menengah kejuruan, hanya sekitar 10,13%.
“Harus diakui, kualitas pendidikan pekerja di Sumut masih sangat rendah dengan melihat angka itu,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumut, Ramlan kepada pers di Medan, Selasa (6/5/2014).
Dipaparkannya, persentase penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada Februari 2014 mengalami perubahan jika dibandingkan keadaan Februari 2013. Pada umumnya hampir di semua jenjang pendidikan mengalami penurunan. Akan tetapi, untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Universitas mengalami peningkatan.
Kondisi ini seolah berbanding lurus dengan sektor pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Berdasarkan survei yang sama, sektor pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebesar 48,05%, diikuti oleh sektor perdagangan, rumah makan, dan akomodasi sebesar 18,81,% dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan sebesar 14,84%. Sedangkan sektor industri yang paling sedikit menyerap tenaga kerja sebesar 6,28%.
Ditambahkannya, tenaga kerja di Sumut didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai, dengan peran mencapai 30,52%. Sementara untuk pewirausahawan, totalnya hanya sekitar 37%, itu pun memiliki kecenderungan usaha mikro, yang tergolong belum memberikan dampak yang relatif luas terhadap penambahan jumlah tenaga kerja berkualitas.
BPS mencatat, jumlah angkatan kerja di Sumut pada Februari 2014 mencapai 6,77 juta orang atau bertambah sekitar 124 ribu orang bila dibanding angkatan kerja Februari 2013, yaitu sebesar 6,64 juta orang.
Penduduk yang bekerja pada Februari 2014 mencapai 6,36 juta orang atau peningkatan sekitar 123 ribu orang dibanding Februari 2013, yaitu sebesar 6,64 juta orang.
“Jumlah pengangguran terbuka juga mengalami peningkatan dari 401 ribu pada Februari 2013 menjadi 402 ribu pada Februari 2013 atau bertambah sebanyak 1.000 orang,” katanya.
Sementara itu, selama periode Februari 2013 hingga Februari 2014, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dari 72,72% pada Februari 2013 menjadi 73,04% pada Februari 2014. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 6,04% pada Februari 2013 menjadi 5,95% pada Februari 2014.(dhona)








