Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (inset).
TRANSINDONESIA.CO – Waketum Gerindra Fadli Zon mengatakan, Ketum PAN Hatta Rajasa belum dipastikan bakal dipinang pihaknya sebagai wapres untuk Prabowo Subianto. Sebab, sejauh ini pihaknya masih melakukan penjajakan-penjajakan dengan parpol-parpol dan belum menyatakan koalisi.
“Komunikasi dengan Hatta Rajasa sangat maju, ada kesesuaian, ada ‘chemistry’ tetapi belum ada keputusan,” kata Fadli, di Jakarta, Minggu (4/5/2014).
Fadli menuturkan, selain dengan Hatta Rajasa, Gerindra juga melakukan komunikasi dengan beberapa pimpinan parpol lainnya yakni, Aburizal Bakrie (ARB), dan Wiranto. Pihaknya juga menerima nama-nama cawapres yang disodorkan PKS yakni, Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher).
Dikatakan, pihaknya segera memutuskan nama cawapres pendamping Prabowo setelah Gerindra secara resmi mendapatkan rekan koalisi. “Kita belum bergerak. Kita akan bergerak setelah koalisi terbentuk,” ujarnya.
Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan, kendati elektabilitas Prabowo masih jauh dibawah capres PDI Perjuangan (PDI-P) Jokowi namun, kondisi tersebut bisa berbalik jika PDI-P melakukan blunder. Sebab, tren suara Jokowi sekarang melemah sementara suara Prabowo menguat.
Temuan sementara SMRC, “head to head” antara Jokowi dengan Prabowo, jika pilpres digelar sekarang ini, Jokowi unggul selisih 15,9%. Namun, angka tersebut bisa berubah secara signifikan jika persaingan tersebut menyertakan wapres bagi dua capres terkuat itu.
“Tanpa wakil Jokowi mendapat 51,6%, Prabowo 35,7% jadi selisih 15,9%. Bila persaingan itu disertakan wakil maka memiliki efek yang bervariasi,” kata Abbas.
Berdasarkan survei SMRC yang diadakan pada 20-24 April 2014, Jokowi masih unggul dari Prabowo. Dalam simulasinya, terdapat tiga pasangan yang bakal bertarung pada pilpres yakni Jokowi-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan Aburizal Bakrie (ARB)-Wiranto.
Jika pilpres diadakan sekarang, pasangan Jokowi-Mahfud akan unggul mencapai 47,6%, Prabowo-Hatta 27,4%, ARB-Wiranto 12,2%. Dengan begitu, kemungkinan Pilpres 2014 digelar dalam dua putaran cukup besar mengingat belum adanya pasangan calon yang mendapat suara mayoritas di atas 50%.
“Enggak bisa dua putaran berdasarkan survei saat ini,” katanya.(sp/fer)





