Pengungsi sinabung masih bertahan di posko pengungsian.(Transindonesia.co-dhona)
TRANSINDONESIA.CO – Sebanyak 15.368 jiwa pengungsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih bertahan di 33 posko pengungsian yang tersebar di Kabupaten Karo sambil menunggu pembebasan lahan untuk relokasi dikawasan Hutan Produksi Siosar puncak 2000, Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Johnson Tarigan mengatakan, Pemkab Karo dan Provinsi masih menunggu pembebasan lahan dari Kementrian Kehutanan.
“Kita sudah kirimkan surat melalui gubsu ke kementerian kehutanan untuk pembebasan lahan,”ujarnya kepada ikaberita.com.
Dikatakannya, ribuan pengungsi sinabung yang masih bertahan terus diperhatikan makanan dan kebutuhan lainnya.
“Untuk 2 minggu kedepan makanan pengungsi cukup dan kita juga berterimakasih kepada donatur lainnya yang selalu memberikan bantuan berupa makanan dan lainnya,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Kamis (1/5/2014) status gunung sinabung masih Siaga (Level III) Sesuai rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) warga di radius 3 km diharuskan bertahan di posko pengungsian.
“Warga di 20 desa yakni Desa Sukameriah, Desa Simacem, Desa bekerah, Desa Guru Kinayan, Desa Gambar, Desa Berastepu, Desa Kuta Tonggal, Desa Kuta Tengah, Desa Mardinding, Desa Perbaji, Desa Selande, Desa Garang-Garang, Desa Suka Rakyat, Desa Kuta Gugung, Desa Bayakan, Desa Sukanalu, Kecamatan Payung, Simpang Empat, Namantera dan Tiga Derket, diharuskan bertahan di posko pengungsia menunggu pembebasan lahan,” ujarnya.(ded/dhona)







