Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri) memorgoki pungli di jembatan timbang Batang, Senin (28/4/2014), tampak Ganjar menunjuk uang yang dipegang kernet truk untuk setoran kepada petugas jembatan timbang.(ist)
TRANSINDONESIA.CO – Meski Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo marah-marah akibat menangkap tangan pungli jembatan timbang Batang, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), namun petugas Dinas Perhubungan Jawa Tengah (Jateng) hanya memberikan sanksi ringan yakni pembinaan.
Kini, petugas yang berada di jembatan timbang mulai bertindak tegas tehadap kendaraan angkutan barang yang terbukti melanggar tonese.
Dalam sehari setelah pungli di jembatan timbang terbongkar, ratusan sopir truk bermuatan melebihi tonese kendaraan, terpaksa menerima surat tilang dan diharuskan hadir untuk persidangan.
Seperti terlihar di jematan timbang di Subah, Batang, Gal Panas Semarang dan Pantura Demak, beberapa kernet dan sipir yang mencoba memberikan suap karena kelebihan tonase, tidak berkutik ketika dipanggil ke dalam untuk menerima kembali uang yang disodorkan dan diberikan surat tilang.
“Wah sekarang lebih ketat, karena petugas lagsung menilang dan tdiak mau diajak kompromi lagi,” kata Rochmat,55, sopir truk bermuatan sembako di Batang.(mi/ats)







