Ribuan buruh se-Jabodatabe tumpah ke jalan memperingati May Day.(dok)
TRANSINDONESI.CO – Peringati hari buruh sedunia (May Day), ribuan buruh turun ke jalan dan akan mendemo Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho dengan mendatangi rumah dinas pada 1 Mei 2014.
Sebelum menyambangi rumah Gubsu, sedikitnya 5000 buruh dan akan memperingati perayaan dengan kegiatan teaterikal di Gelanggan Remaja Jalan Sutomo Medan.
“Selesai kita menggelar pesta peringati hari buruh yang sudah ditetapkan pemerintah menjadi hari libur, kita akan ke rumah dinas gubsu untuk aksi,” kata Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia( SBSI) Sumut, Edward Pakpahan kepada Transindonesia.co di MedanSenin (28/4/2014).
Dikatakannya, dalam aksi di rumah dinas Gubsu nanti, buruh meminta Gubsu lebih peduli terhadap nasib dan hak-hak buruh. Apalagi selama ini, Gubsu tidak pernah menerima SBSI baik diundang maupun mengundang sebagai bentuk komunikasi dengan buruh.
“Jangan kita disalahkan tidak komunikatif, Gubsu yang tidak komunikatif. Selalu kita undang Gubsu tapi sepertinya Gubsu tidak respon terhadap buruh,” ungkapnya
Dijelaskannya, tidak responnya gubsu membuat sakit hati kaum buruh karena menilai sebagai pemimpin di Sumatera Utara tidak menganggap keberadaan buruh.
“Buruh itu tulang punggung ekonomi, tapi apa yang diberikan pemerintah kepada buruh tidak ada. Diakui atau tidak, buruh menyumbang 60% dari pajak untuk pemerintah, tapi anggaran dari negara ini tidak ada masuk untuk kesejahteraan buruh,” katanya.
Selama ini, kata Edward, aksi ke rumah dinas ini merupakan aksi damai untuk menginspirasi suara buruh agar didengar pimpinan di Sumut dan meminta selamat dari Gubsu.
“May Day ini layaknya pesta, kita harus bersyukur hari buruh sudah menjadi hari libur nasional. Kita akan rayakan mayday dengan berbagai acara,” pungkas Edward.(dhona)






