Rhoma Irama akan cabut dukungan dari PKB bila tidak jadi capres.(ist)
TRANSINDONESIA.CO – Raja Dangdut Rhoma Irama mencabut dukungannya terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bila partai yang diketuai Muhaimin Iskandar tidak memegang komitmen mengusungnya sebagai calon presiden.
Melalui salah satu anggota Rhoma Irama For Republik Indonesia (Rifori) Habib Shechan Shahab, Rhoma menyampaikan 3 poin sikap, yaitu:
1. Rhoma Irama akan menarik dukungan apabila PKB tidak konsekuen, tidak komitmen dengan kesepakatan dan tujuan yang telah disepakati bersama untuk mencapreskan Rhoma Irama pada Pemilu 2014.
2. Apabila PKB berkoalisi dengan partai manapun dan tidak melibatkan Rhoma Irama maka, Rhoma akan cabut dukungan terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
3. Rhoma Irama akan tetap berjuang untuk umat Islam, dan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Apabila PKB meninggalkan Rhoma Irama dan tidak komit, kita bercerai,” tegas salah satu timses Rifori, Habib Shechan Shahab di markas Riffori, Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/4/2014).
Meski demikian, dukungan akan kembali diberlakukan bila PKB kembali kepada komitmen awal yakni mengusung Rhoma sebagai capres. “Cerai dalam arti kata bisa rujuk kembali apabila partai memegang komitmen awal,” ucap Habib Shechan.
Rhoma tak datang dalam pengambilan sikap tersebut. Habib Shechan mengatakan, dialah yang melarang Rhoma datang langsung di markas Rifori.
“Saya yang larang Rhoma datang. Karena awalnya Rhoma tak pernah mau, cuma karena dorongan kita (Timses) akhirnya Rhoma mau. Karena kamilah (Timses) yang memaksakan Rhoma untuk maju,” tandas Habib Sechan.
PKB membatalkan pengusungan Rhoma sebagai capres PKB lantaran suara partai tersebut tidak memenuhi syarat Presidential Thresold. Suara PKB berdasarkan hasil sejumlah hitung cepat, hanya sekitar 9%. Atau menjadi partai kelima dengan suara terbanyak.
Disebut-sebut PKB akan mengusung Ketua Umumnya, Muhaimin sebagai cawapres. Langkah itu dinilai realistis dengan perolehan suara 9%.(lp6/sof)







