TRANSINDONESIA.CO – Terkait penundaan akuisisi PT Bank Tabungan Negara (Tbk) oleh PT Bank Mandiri Persero, Serikat Pekerja (SP) BTN Cabang Medan tetap menyusun strategi untuk menolak rencana tersebut.
“Kami sudah mendengar penundaan itu. Tapi bukan berarti masalah selesai jadi langkah konsolidasi tetap dilakukan,” kata Ketua SP BTN Cabang Medan, Elfian di Medan, Kamis (24/4/2014).
Dikatakannya, penundaan itu tidak membuat pekerja tenang karena sifatnya sementara. Langkah-langkah konsolidasi tetap dilakukan bersama dengan SP BTN Pusat.
Seperti diketahui, Sekretaris Kabinet Dipo Alam meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menunda rencana akuisisi BTN tersebut. Sebab seluruh pejabat negara dilarang mengeluarkan kebijakan apapun pada masa Pemilu terutama yang menyebabkan gangguan bidang ekonomi, sosial, politik dan pertahanan.
“Semuanya belum pasti. Kami sebagai SP BTN akan tetap memperjuangkan nasib karyawan dan BTN secara umum tentunya,” tegasnya.
Langkah antisipasi disiapkan sebab akuisisi itu akan berdampak besar terhadap komposisi karyawan. Saat ini jumlah karyawan BTN Cabang Medan, karyawan organik (diluar outsourcing) sebanyak 300 orang dan outsourcing sebanyak 200 orang. Medan sendiri memiliki 1 kantor cabang utama, 7 kantor cabang pembantu dan 16 kantor kas.
“Jika nanti akan diakuisisi, manajemen tentu akan berubah dan hal tersebut yang dikhawatirkan berdampak ke karyawan,” tuturnya.(dhona)







