Skip to content
9 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 5
  • INKOPASINDO dan KDMP, Jalan Merah Putih Ekonomi Rakyat

INKOPASINDO dan KDMP, Jalan Merah Putih Ekonomi Rakyat

transindonesia.co 5 Mei 2026 3 minutes read 0 comments
Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Penulis bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Transindonesia.co / Ist

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Ketika Presiden meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pesan yang disampaikan jelas: koperasi bukan sekadar wadah ekonomi, melainkan alat perjuangan rakyat kecil. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan:

“Koperasi adalah usaha besar strategis. Koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi.”

Kutipan ini bukan hanya retorika, melainkan arah kebijakan. KDMP hadir di desa untuk memotong rantai tengkulak, memberantas praktik rentenir, dan memberi rakyat akses pada harga sembako, obat, hingga modal usaha yang lebih adil.

INKOPASINDO: Resonansi KDMP di Pemasyarakatan

Semangat KDMP kini bergema di balik tembok Lapas dan Rutan melalui Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (INKOPASINDO). Diluncurkan Desember 2024, koperasi ini menata ulang sistem kantin dan koperasi di seluruh UPT Pemasyarakatan. Hasilnya nyata: harga barang lebih murah, distribusi transparan, dan pegawai merasakan manfaat lewat pencairan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Pada April 2026, INKOPASINDO menyalurkan gerobak usaha kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Gerobak itu bukan sekadar alat dagang, melainkan simbol reintegrasi sosial, bahwa keluarga WBP bisa mandiri, produktif, dan keluar dari lingkaran stigma.

Koperasi Merah Putih: Desa dan Lapas

KDMP di desa dan INKOPASINDO di pemasyarakatan sama-sama mengusung konsep Koperasi Merah Putih. Bedanya hanya pada medan usaha: desa sebagai ruang sosial terbuka, pemasyarakatan sebagai ruang rehabilitasi.

Namun keduanya bertemu dalam satu visi: membangun kemandirian ekonomi, memperkuat solidaritas, dan menegakkan keadilan sosial.

Fungsi Sosial dan Kultural

INKOPASINDO juga memasarkan karya warga binaan, sebagaimana KDMP memasarkan produk desa. Di sini, koperasi menjadi jembatan: menghubungkan hasil karya dengan masyarakat luas, sekaligus mengikis stigma bahwa penjara hanya tempat hukuman.

Integrasi dengan 15 Program Aksi Kemenimipas

INKOPASINDO tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari 15 Program Aksi Kemenimipas yang menekankan transformasi pemasyarakatan dan imigrasi. Beberapa relevansi langsung:

1. Pemutusan rantai kemahalan barang di Lapas → sejalan dengan aksi transparansi dan keadilan ekonomi.

2. Pencairan SHU untuk ASN → mendukung program peningkatan kesejahteraan pegawai.

3. Gerobak usaha untuk keluarga WBP → bagian dari program reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi.

4. Pemasaran karya warga binaan → mendukung program rehabilitasi berbasis produktivitas.

5. Integrasi koperasi primer ke induk nasional → memperkuat tata kelola kelembagaan sesuai prinsip transparansi.

6. Koperasi Merah Putih di pemasyarakatan → resonansi langsung dengan KDMP di desa, memperluas ekosistem ekonomi rakyat.

7. Ketahanan pangan di lingkungan Lapas → mendukung program aksi kemandirian pangan nasional.

8. Digitalisasi koperasi → bagian dari program Smart Prison dan tata kelola modern.

9. Penguatan solidaritas sosial → sejalan dengan program kontra-stigma terhadap WBP.

10. Koperasi sebagai instrumen rehabilitasi → mendukung program aksi humanisasi pemasyarakatan.

Dengan demikian, INKOPASINDO bukan hanya koperasi internal, melainkan pilar strategis dari 15 Program Aksi Kemenimipas yang menempatkan pemasyarakatan sebagai ruang inovasi sosial.

Penutup

Dengan mengaitkan INKOPASINDO ke KDMP, terlihat bahwa kebijakan Presiden bukan hanya membangun koperasi di desa, tetapi juga menembus ruang pemasyarakatan.

Gerobak usaha, harga barang murah, pencairan SHU, semua itu adalah bagian dari gerakan nasional koperasi Merah Putih.

Jika KDMP adalah jalan ekonomi rakyat di desa, maka INKOPASINDO adalah jalan rehabilitasi bangsa di pemasyarakatan. Keduanya bertemu dalam satu visi: Indonesia yang adil, mandiri, dan produktif.

Penulis: Abdullah Rasyid 

• Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

• Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Kemenhaj Perkuat Layanan Inklusif: 81.992 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan
Next: Bareskrim Tangkap Buronan Interpol Penipuan Online Internasional ‘Abbishopee’

Trans Stories

Bank Indonesia
2 minutes read

Ekonomi RI Memanas! Utang Luar Negeri Tembus 437 Miliar Dolar AS, Ada Apa?

transindonesia.co 15 April 2026 0
Gedung BI
3 minutes read

Bank Indonesia Buka Rekrutmen Special Hire dan PKWT 2026, Cek Syarat dan Posisi di Sini

transindonesia.co 13 April 2026 0
Uang Negara
2 minutes read

Uang Sitaan Rp11,4 Triliun, Prabowo: Kembali ke Kantong Rakyat

transindonesia.co 11 April 2026 0

TransIndonesia

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Kedai ADO
2 minutes read

Kapolda Sumsel Buka Kedai ADO ‘Rumah Ojol’ Presisi

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Pusdiklat PB
3 minutes read

Kepala BNPB: Kalaksa BPBD Harus Terjun ke Lokasi Bencana

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.