TRANSINDONESIA.CO – Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan upaya untuk menemukan penerbangan MH370 yang hilang berada pada titik yang sangat kritis. Hal itu disampaikan ditengah pertimbangan apakah pencarian menantang di dasar laut Samudera Hindia yang sejauh ini belum menemukan apa-apa akan diteruskan.
“Pencarian untuk hari ini dan besok adalah pada saat yang sangat kritis. Jadi saya menghimbau semua orang di seluruh dunia untuk berdoa bahwa kami harus menemukan sesuatu untuk dikerjakan, ” kata Hishammuddin Hussein di Kuala Lumpur, Minggu (20/4/2014).
Menurut Hishammuddin pihaknya sudah mengadakan diskusi dengan perusahaan swasta pada kemungkinan penggunaan lebih banyak kapal selam, jika kapal selam mini yang tengah melakukan pencarian dasar laut gagal membuat terobosan.
Pesawat Boeing 777, yang menghilang pada 8 Maret dengan 239 orang didalamnya, diyakini telah jatuh di perairan terpencil jauh dari Australia Barat, meskipun tidak ada jejak yang ditemukan.
Upaya pencarian yang dipimpin Australia ini mengandalkan pada kapal selam mini berisi perangkat sonar milik Angkatan Laut AS yang melakukan pemindaian dasar laut yang belum dipetakan pada kedalaman sekitar 4.500 meter (15.000 kaki) atau lebih.
Hambatan teknis, termasuk fakta bahwa Bluefin–21 yang berbentuk torpedo beroperasi pada tingkat batas kedalaman, telah membuat operasi pencarian berjalan lambat. Diluncurkan dari kapal angkatan laut Australia, sejauh ini perangkat tersebut telah membuat enam pemindaian laut dalam namun tidak mendeteksi apa-apa.
Kamis lalu Perdana Menteri Australia Tony Abbott menetapkan batas waktu satu minggu untuk melakukan pencarian puing pesawat dengan menggunakan perangkat itu.
“Kami telah mengejar setiap petunjuk yang mungkin ditemui pada tahap ini dan dari hari ke hari pencarian telah menjadi lebih sulit,” imbuh Hishammuddin, yang juga memimpin respon pemerintah Malaysia untuk MH370 kepada wartawan.
Ditengah upaya pencarian dan penyelamatan yang diprediksi menjadi paling mahal dalam sejarah penerbangan, pihak berwenang telah menunjukkan metode alternatif yang mungkin diperlukan, termasuk perangkat yang mampu menyelam lebih dalam.
Hishammuddin menegaskan penyesuaian mungkin dilakukan termasuk memperluas lingkup pencarian dan menambahkan jumlah kapal selam yang memiliki perangkat sonar laut dalam dari entitas komersial seperti perusahaan minyak.
Dia menekankan pencarian pesawat nahas itu tidak akan ditinggalkan.
“Pada Senin ini, saya merasa kami akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk melihat apa yang perlu dilakukan. Sedangkan untuk hari ini dan besok, kita akan menggunakan aset yang sudah tersedia di sana dan berdoa agar muncul sesuatu yang positif. Dan jika itu terjadi perencanaan yang saya rinci kepada Anda tidak akan diperlukan,” katanya.
Badan Pusat Koordinasi Bersama Australia (JACC) menyatakan pada Sabtu ini 11 pesawat militer dan 12 kapal terlibat dalam pencarian pesawat itu dengan total luas pencarian visual mencapai 50.200 kilometer persegi.
JACC menambahkan sejauh ini Bluefin-21 ini telah menjelajahi 133 kilometer persegi dasar laut dan telah melaksanakan misi sebanyak tujuh kali.(afp/fen)






