Aburizal Bakrie terkait foto dan video bersama Marcella Zalianty.(ilustrasi-istimewa)
TRANSINDONESIA.CO, Semarang : Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, pihaknya sangat prihatin dengan beredarnya video yang diunggah di sebuah media sosial yang menunjukkan dirinya berlibur bersama kakak-beradik artis Marcela dan Olivia Zalianty ke Maladewa.
”Saya terus terang sangat berasa lucu dan sangat prihatin. Saat kita sibuk berkampanye untuk memperjuangkan nasib rakyat, memajukan bangsa, tiba-tiba dikagetkan adanya kejadian itu,” ujarnya saat menggelar jumpa pers evaluasi pelaksanaan kampanye Partai Golkar selama tujuh hari di Ruang Tunggu VVIP Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (23/3/2014).
ARB, sapaan akrab capres Partai Golkar itu, mengatakan saat deklarasi capres oleh partainya pada Juni 2012 silam, dia mengajak istri dan anak-anak serta menantunya ke panggung dan mengatakan bahwa pihak yang pertama menanggung beban paling berat adalah keluarganya.
Dia mengakui, kampanye hitam yang menyerangnya sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari kasus mafia pajak Gayus, kasus lumpur Lapindo, hingga kasus video Maladewa.
Mengenai kasus video, menurut ARB, pihaknya memang sengaja mengundang banyak pihak,termasuk kakak beradik Marcela dan Olivia Zalianty, untuk melihat keindahan Maladewa. Negara pulau kecil, namun memiliki potensi yang sangat luar biasa. Turis yang datang ke sana melebihi yang datang ke Indonesia. Padahal Indonesia punya Labuan Bajo, Maluku, Bunaken, Raja Ampat, dan sebagainya.
”Kita waktu itu mengajak mereka, karena kedua kakak-beradik itu sangat potensial mengembangkan pariwisata. Olivia jago menyelam dan Marcela punya video-video tentang laut. Lantas mereka saya ajak ke sana. Kalau negara seperti Maladewa saja bisa, mengapa kita yang sangat kaya dan indah tidak bisa?” ujarnya.
Sedangkan Taty ARB, sang istri yang mendampinginya hanya santai menanggapi. ”Tak ada yang perlu dipermasalahkan dari video itu, karena baik Olivia maupun Marcela adalah teman dari anak-anak saya,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh dari rombongan dan juga anak-anaknya, yakni Anindya dan Ardi Bakrie serta menantunya, artis Nia Ramadhani, istri Ardi Bakrie.
Menurut Taty, dia memperlakukan Marcela dan Olivia layaknya anak-anaknya sendiri.
”Jadi, dengan munculnya video itu, saya merasa heran,apa sih maunya ini? Setelah saya berpikir, saya merasa ini bagian dari hiruk-pikuk kampanye, dan begitu banyaknya lawan politik yang ingin menjatuhkan Partai Golkar maupun merusak citra suaminya yang mencalonkan diri sebagai presiden. Ini boleh jadi bukan yang terakhir, namun akan banyak isu-isu lain yang digunakan untuk menyerang kita, yang dalam keyakinan saya lebih seru dan heboh ceritanya,” ujarnya.
Dia dengan tegas tak akan mengambil langkah apa pun, termasuk langkah hukum, terkait kasus tersebut. ”Masih banyak hal yang jauh lebih layak untuk diselesaikan, daripada kasus seperti ini. Masih banyak anak-anak Indonesia yang matanya bersinar seperti menantang untuk hari esok yang lebih baik,” tandasnya disambut riuh.
Saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Taty menerima boneka Teddy Bear yang memakai kaos kecil bertuliskan ARB. Boneka-boneka lainnya langsung dibagi-bagikan kepada ARB, Sekjen Idrus Marham, Ketua DPD Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono, Anindya, Ardi dan Nia Ramadhani Bakrie. Mereka langsung berpose dengan cara memeluk boneka tersebut, seperti adegan dalam video Maladewa tersebut.
”Lebih baik memeluk boneka, daripada memilih pemimpin boneka,” celetuk Ardi Bakrie, sembari memberikan boneka lainnyakepada beberapa reporter perempuan.
Sebelumnya dalam evaluasi kampanye selama tujuh hari, ARB menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah menemaninya siang-malam, mulai dari Banten sampai terakhir pelantikan wali kota Tegal. Peresmian Sahabat ARB di Ciracas dan Cirebon.
”Sambutan masyarakat pada kampanye Golkar begitu luar biasa. Terima kasih telah membantu saya menyampaikan kepada masyarakat, respons masyarakat luar biasa. Kampanye berlangsung aman dan semarak, mudah-mudahan berjalan hingga 5 April mendatang. Sebab, tujuan pemilu untuk kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Mengenai siapa kandidat yang akan menemaninya sebagai cawapres, ARB mengatakan masih menunggu hasil Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Seusai jumpa pers, ARB dan rombongan serta keluarga langsung bertolak ke Banjarmasin.(sp/ats)







