Jalan Lintas Timur Sumatera yang kondisi badan jalnnya rusak mengkibatkan antrian kenderaan.(dok)
TRANSINDONESIA.Co, Banyuasin : Antrian panjang di Luntas Timur Sumatera yang mengubungkan Kota Palembang dengan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, diakibatkan parahnya kerusakan badan jalan yang samoai saat ini tak kunjung dperbaiki.
Disepanjang ruas jalan tersebut kembali muncul kerusakan baru yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, tepatnya di Desa Durian Daun, Kecamatan Betung. Disitu terdapat lubang dengan kedalaman mencapai tiga meter dan lebar sekitar satu meter.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan menimbulkan korban terperosok di lubang jalan yang ambrol, tampak masyarakat bersama anggota Satuan Lalu Lintas Polres Banyuasin telah membuat rambu-rambu tanda jalan ambrol dan mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati.
Selain itu terdapat pula beberapa titik kerusakan yang cukup parah pada ruas jalintim itu mulai dari KM 12 Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa hingga Kecamatan Betung dengan lubang yang cukup dalam mencapai 30 cm, seperti di Desa Pangkalan Panji sekitar pintu masuk PT SMS, depan Masjid Assada hingga jembatan besi Pangkalan Panji.
Penyebab ambrolnya jalan lintas tersebut kemungkinan akibat pengikisan saat terjadi turun hujan lebat yang cukup lama.
“Di bawah jalan yang ambrol itu ada drainase jalan, mungkin karena tidak kuat menahan luapan air hujan sehingga badan jalan terkikis dan mmenimbulkan lubang yang cukup lebar dan dalam,” ujar Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Sukamto.
Akibat adanya jalan yang ambrol itu, kendaraan pribadi dan angkutan umum serta truk barang dari berbagai provinsi di Sumatera harus antre melintasi ruas jalintim wilayah Banyuasin itu.
Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam, minta instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan terkait ambrolnya jalan lintas tersebut, karena jika dibiarkan kerusakan yang ada akan semakin parah dan dapat menimbulkan kecelakaan akibat terperosok di lubang yang menganga.
“Jalintim Sumatera ini padat kendaraan dan urat nadi perekonomian masyarakat, maka kami minta Balai Besar Wilayah III yang ada di Palembang sebagai pihak yang berwenang atas pembangunan dan perawatan jalan negara itu agar segera melakukan perbaikan,” kata Agus Salam.(dri)





