TRANSINDONESIA.co, Pontianak : Pemerintah Provinsi Kalimaan Barat (Kalbar) terus mendesak pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembangunan pelabuhan kelautan dan perikanan berskala Internasional, agar Kalbar bisa mengekspor langsung hasil perikanannya ke luar.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalbar, Gatot Rudiono mengatakan, pembangunan Pelabuhan Kelautan dan Perikanan berskala Internasional ini bertujuan untuk dapat mengakomodir kapal-kapal ukuran besar. Sehingga nantinya Kalbar dapat melakukan ekspor hasil perikanan secara langsung yang selama ini masih melalui Jakarta dengan sistem antar pulau.
“Potensi perikanan di Kalbar sangat besar namun pemanfaatannya masih belum optimal atau masih rendah. Karena masalah infrastruktur sektor kelautan dan perikanan di Kalbar juga menjadi penyebab rendahnya pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan,” katanya, Kamis (13/3/2014).
Ia menjelaskan, Kalbar telah membuat satu detail enginering desain untuk pelabuhan perikanan yang direncanakan akan dibangun di Pulau Temajuk, Paloh, Kabupaten Sambas. Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Serta untuk melayani kapal-kapal nelayan yang kecil sekaligus dapat menumbuh kembangkan potensi yang ada, dan mencegah penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan oleh kapal-kapal asing di perairan Kalbar.
“Di samping itu, potensi pembangunan tambak di Kalbar masih sangat tersedia. Sesuai dengan pengaturan tata ruang di Kalbar, bahwa potensi tambak masih tersedia areal seluas 40 ribu hektar, dan baru dapat dimanfaatkan hanya 4 ribu hektar,” ujar Gatot.
Potensi itu tambah Gatot, berpeluang besar untuk digarap dan diusulka berbagai sarana maupun peralatan sebagai penunjang untuk pelaksanaannya. Untuk itulah dia berharap kepada pemerintah pusat agar dapat segera merealisasikan usulan yang disampaikan guna memenuhi pembangunan infrastruktur khusus bidang kelautan dan perikanan di Kalbar.(bk/tan)








