Para nelayan turut mengevakuasi helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM yang jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Ahad (8/11/2026). Transindonesia.co / Tangkapan layar
Transindonesia co, Barito Kuala – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dari tiga awak helikopter angkut jenis Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM yang jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dua orang ditemukan selamat sementara satu kru asal Indonesia masih hilang.
“Berbeda dengan laporan awal yang menyebutkan seluruh kru selamat, data terbaru memastikan dari tiga awak helikopter, hanya dua orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya adalah pilot berkewarganegaraan Australia. Mereka kini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resminya, Ahad (8/11/2026).
Awak yang belum ditemukan tersebut bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO) bernama Yayan Supyansuri, dan saat ini tim SAR gabungan yang melibatkan 18 personel Basarnas Kantor SAR Banjarmasin telah dikerahkan menuju lokasi kejadian.
“Berjarak sekitar 141 kilometer dari kantor SAR atau 71 nautical miles dari Dermaga SAR Basirih, tim yang dibekali Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan selam, dan pendeteksi bawah air (Aqua Eye) ini dijadwalkan tiba di lokasi pada pukul 18.10 WITA. Operasi pencarian turut melibatkan unsur TNI AU, Polri, Babinsa, dan masyarakat setempat,” jelas Berton.
Kecelakaan helikopter yang sedang menjalankan misi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Ahad (8/11/2026) ini menjadikan fokus utama BNPB pada pencarian korban hilang, pemulihan korban selamat, serta investigasi resmi.
“BNPB menegaskan prioritas utama saat ini adalah operasi pencarian korban hilang, pemulihan kesehatan pilot yang selamat, serta pengamanan bangkai helikopter di tepian sungai. Selain itu, BNPB juga berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi dari pihak berwenang guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegas Berton.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan pasca-insiden, pihak BNPB berencana melakukan evaluasi keselamatan secara menyeluruh terhadap operasional udara penanganan karhutla.
“Sebagai langkah tindak lanjut, BNPB akan melakukan evaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh. Evaluasi tersebut meliputi kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air (water bombing), kelaikan awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi,” ungkap Berton.
Meskipun insiden udara ini terjadi di tengah pelaksanaan tugas, BNPB memastikan upaya penanggulangan karhutla secara nasional tidak akan berhenti dan terus diperkuat melalui jalur darat.
“Meski terjadi insiden udara ini, BNPB memastikan komitmen penanganan karhutla tetap berlanjut dengan memperkuat operasi darat dan evaluasi ketat terhadap penugasan armada udara,” tutup Berton. [nag]






