Skip to content
20 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Oktober
  • 19
  • Kronologi & Fakta Prancis Chaos: Demo Berakhir Rusuh, Warga Menjarah

Kronologi & Fakta Prancis Chaos: Demo Berakhir Rusuh, Warga Menjarah

transindonesia.co 19 Oktober 2026 3 minutes read
demonstrasi Prancis

Gelombang demonstrasi yang berujung pada kerusuhan di sejumlah kota di Prancis, pada Sabtu (17/10/2026). Foto: REUTERS/Stephane Mahe.

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Prancis dilanda gelombang demonstrasi yang berujung pada kerusuhan di sejumlah kota pada Sabtu (17/10/2026). Aksi yang dipicu keresahan terhadap biaya hidup dan memburuknya layanan publik itu berlanjut hingga Minggu (18/10/2026), dengan korban jiwa, ratusan petugas terluka, dan ribuan orang ditangkap.

Berikut kronologi dan fakta terkait demo di Prancis yang berakhir rusuh hingga menimbulkan penjarahan, seperti dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber pada Senin (19/10/2026).

Kronologi Demonstrasi yang Berujung Ricuh

Melansir laporan Reuters, aksi bermula dari protes pelajar yang menyoroti kekurangan guru, ruang kelas yang terlalu padat, dan buruknya fasilitas sekolah. Demonstrasi yang berlangsung sejak September 2026 itu kemudian meluas dengan melibatkan serikat pekerja dan pendukung gerakan Yellow Vest, yang sebelumnya dikenal lewat aksi menentang kenaikan harga bahan bakar.

Pada Sabtu (17/10/2026), demonstrasi berkembang menjadi aksi massa yang lebih luas. Peserta menyuarakan penolakan terhadap kenaikan biaya hidup, ketimpangan sosial, dan penurunan kualitas layanan publik.

Di sejumlah lokasi, situasi berubah menjadi bentrokan ketika kelompok demonstran melemparkan benda ke arah aparat. Polisi merespons dengan gas air mata dan meriam air.

Kerusuhan dilaporkan terjadi di Paris, Marseille, Lyon, Lille, Bordeaux, Limoges, Nice, dan Strasbourg. Di Paris, Place de la République menjadi salah satu titik utama demonstrasi. Di Marseille, sejumlah demonstran memasuki balai kota dan merusak fasilitas di dalamnya.

Di Lyon, sejumlah bangunan dan toko mengalami kerusakan, sedangkan di Bordeaux kompleks kediaman pejabat setempat dilaporkan diserbu kelompok bertopeng. Kerusakan besar juga terjadi di Limoges setelah balai kota bersejarah yang dibangun pada 1883 terbakar.

Bentrokan Berlanjut pada Minggu

Ketegangan berlanjut pada Minggu (18/10/2026), terutama di Place de la République, Paris. Ratusan orang berkumpul di lokasi tersebut dan bentrokan kembali terjadi. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa, sementara sejumlah sepeda dilaporkan dibakar.

Di Marseille, aparat juga melaporkan insiden dan upaya sejumlah kelompok menerobos masuk ke toko. Perkembangan ini menunjukkan bahwa situasi keamanan belum sepenuhnya pulih sehari setelah demonstrasi besar melanda berbagai wilayah Prancis.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez melaporkan lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Lebih dari 600 polisi, anggota gendarmerie, dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan terluka. Seorang demonstran juga meninggal dunia setelah mengalami henti jantung ketika aksi berlangsung di Paris.

Dampak ekonomi turut dirasakan pelaku usaha. Carrefour melaporkan sekitar 50 gerainya mengalami kerusakan, termasuk 20 toko yang dijarah. Perusahaan memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta euro.

Presiden Emmanuel Macron mengecam perusakan dan penjarahan serta menegaskan bahwa para pelaku akan diproses hukum.

“Mereka yang melakukan penjarahan, menyerang kantor pemerintahan maupun bisnis akan dituntut dan dihukum,” tulis Macron di media sosial X.

Biaya Hidup dan Ketegangan Politik Jadi Pemicu

Tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor utama di balik kemarahan masyarakat. Survei yang dirilis L’ObSoCo bersama Sciences Po pada 8 Oktober menunjukkan 45% responden Prancis menyebut inflasi dan daya beli sebagai persoalan utama. Keluhan tersebut beriringan dengan keresahan terhadap layanan publik, kondisi sekolah, dan ketimpangan sosial.

Menurut laporan Deutsche Welle (DW), tingginya utang serta defisit negara juga membatasi ruang pemerintah untuk meningkatkan belanja publik. Situasi ini memperbesar ketidakpuasan masyarakat yang merasa kebutuhan sehari-hari semakin berat, sementara kualitas layanan yang mereka terima tidak membaik.

Kerusuhan berlangsung menjelang pemilihan presiden Prancis pada 2027, sehingga turut meningkatkan tensi politik. Pemimpin sayap kanan Marine Le Pen mengecam kekerasan, sedangkan tokoh sayap kiri Jean-Luc Mélenchon mendukung tuntutan demonstran tetapi meminta agar aksi tidak berujung pada penjarahan.

Pemerintah sendiri menyalahkan kelompok radikal sayap kiri dan pelaku kriminal yang memanfaatkan demonstrasi untuk melakukan perusakan.

 

Sumber: CNBC Indonesia

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan
Next: Iran Kirim Ancaman Baru ke AS, Kapal-Kapal di Timur Tengah Diserang

Trans Stories

kebakaran-hutan-sumatera

Singapura Rilis Nama Perusahaan RI Diduga Terlibat Karhutla

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Amerika Serikat menyatakan kekesalan atas serangan dialami jurnalis foto asal AS, Heidi Levine, oleh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat.

AS Marah Jurnalis Foto Heidi Levine Dipukuli Pemukim Ilegal Israel

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sengaja menyeret Amerika Serikat ke perang lain agar dia tak dipenjara

Menlu Iran Sebut Netanyahu Mau Seret AS ke Perang Lain Biar Tak Dibui

transindonesia.co 20 Oktober 2026

TransIndonesia

kebakaran-hutan-sumatera

Singapura Rilis Nama Perusahaan RI Diduga Terlibat Karhutla

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Amerika Serikat menyatakan kekesalan atas serangan dialami jurnalis foto asal AS, Heidi Levine, oleh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat.

AS Marah Jurnalis Foto Heidi Levine Dipukuli Pemukim Ilegal Israel

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sengaja menyeret Amerika Serikat ke perang lain agar dia tak dipenjara

Menlu Iran Sebut Netanyahu Mau Seret AS ke Perang Lain Biar Tak Dibui

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Dir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Suhasto dan Kasubdit Perbankan Kombes Arsal Sahban sita aset PT Dana Syariah Indonesia Rp500 miliar

Berkas Kasus PT DSI P21, Aset Lebih Rp500 Miliar Disita Bareskrim

transindonesia.co 20 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.