Skip to content
23 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Juni
  • 24
  • Info Terkini Gempa Sigi 1349 Gempa Susulan Tercatat Tren Menurun

Info Terkini Gempa Sigi 1349 Gempa Susulan Tercatat Tren Menurun

transindonesia.co 24 Juni 2026 3 minutes read
bendung alami

Tim gabungan melakukan pembukaan bendung alami yang terbentuk akibat gempabumi di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora, Selasa (23/6/2026). Transindonesia.co / BNPB

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Memasuki hari kedelapan masa tanggap darurat pada Rabu 24 Juni 2026, pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak mulai dilaksanakan melalui peletakan batu pertama di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Bupati Sigi telah menetapkan Surat Keputusan Berita Acara Nama dan Alamat penerima bantuan huntara tahap pertama sebanyak 50 unit rumah berdasarkan data yang telah diverifikasi dan divalidasi.

 

“Pembangunan hunian sementara tahap pertama ini menjadi langkah penting dan strategis dalam percepatan pemulihan masyarakat terdampak, agar mereka segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak selama masa transisi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, diterima redaksi, Rabu (24/6/2026).

 

Hingga saat ini, dampak gempa di Kabupaten Sigi tercatat sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa terdampak. Kerusakan infrastruktur yang terdata sementara meliputi 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat. Selain permukiman, gempa juga merusak 110 rumah ibadah yang terdiri dari 29 masjid dan 81 gereja, 19 gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati, 35 bangunan sekolah, serta 10 puskesmas.

 

“Data kerusakan tersebut masih bersifat sementara karena kami masih menunggu hasil verifikasi teknis lebih lanjut mengenai struktur bangunan di lapangan,” kata Abdul Muhari.

 

Di sektor mitigasi risiko, tim gabungan fokus melakukan pembukaan bendung alami yang terbentuk akibat gempabumi di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora. Petugas menggunakan jet water untuk membuka material kayu dan bebatuan yang menyumbat aliran sungai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan air dan meminimalkan potensi ancaman banjir bandang maupun aliran material saat terjadi hujan.

 

“Pembukaan sumbatan material di Sungai Kamarora ini merupakan tindakan antisipasi yang sangat krusial guna menghindari bencana susulan seperti banjir bandang, sesuai dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi,” tutur Abdul Muhari.

 

Selain penanganan lingkungan, perbaikan infrastruktur darurat berupa pemasangan bronjong dan perbaikan jaringan air bersih di Kecamatan Nokilalaki juga mulai dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari PUM Sulawesi Tengah. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali menyalurkan bantuan tahap ketiga yang terdiri atas mobil dapur umum lapangan, handy talky, tenda pengungsi, motor trail, paket sembako, matras, dan selimut untuk didistribusikan melalui Kodam, Korem, dan BPBD setempat.

 

“Kami pastikan ketersediaan logistik permakanan dan pemenuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak masih berjalan siaga dan mencukupi hingga berakhirnya masa tanggap darurat,” jelas Abdul Muhari.

 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika hingga Selasa 23 Juni 2026 pukul 24.00 waktu setempat, telah terjadi 1.349 kali gempa susulan sejak gempa utama pada 16 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, terdapat 49 gempa yang dirasakan oleh masyarakat dengan kekuatan terbesar magnitudo 5,3 yang tercatat satu kali. BMKG mengonfirmasi bahwa aktivitas gempa susulan saat ini sudah menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

 

“Meskipun aktivitas gempa susulan terus menunjukkan tren penurunan, Pemerintah Kabupaten Sigi tetap menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 16 hingga 30 Juni 2026, demi mengoptimalkan seluruh pelayanan pemulihan,” pungkas Abdul Muhari. [nag]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Ronaldo Cetak Sejarah di Piala Dunia, Disorot Guinness World Records
Next: Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar-Bayar Demo

Trans Stories

kebakaran-hutan-luwu

Karhutla dan Longsor Tiga Warga Tewas, BNPB Minta Warga Waspada

transindonesia.co 18 September 2026
gunung-butak

Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, BNPB Imbau Masyarakat Waspada Karhutla dan Kekeringan

transindonesia.co 14 September 2026
abdullah+rasyid-rasyid

SEGEL KARHUTLA, UJIAN KETEGASAN NEGARA

transindonesia.co 14 September 2026

TransIndonesia

Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih: Tanpa Cerobong Asap di Desa Indonesia

transindonesia.co 23 September 2026
banjir-bandang-solok

Banjir Bandang Terjang Solok, Satu Warga Meninggal dan Satu Masih dalam Pencarian

transindonesia.co 23 September 2026
polda-metro-jaya-dan-the-jakmania

Kapolda Metro Jaya Gelar dan The Jakmania Gelar Tasyakuran Jaga Keamanan Jakarta

transindonesia.co 23 September 2026
Abdullah Rasyid

Dari Jeruji ke Reintegrasi Sosial: Menagih Janji KUHP Baru pada BAPAS dan Pembimbing Kemasyarakatan

transindonesia.co 23 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.